Keadaan Kantin Sekolahku: Layak Ditempati atau Tidak?

Keadaan kantin sekolahku, SMA Negeri 15 Bandung (Dokumen pribadi)

Kantin. Siapa yang tidak mengenal kata ini? Baik muda maupun tua pasti sudah sangat familiar dengan kata ini. Nama lain yang kita kenal selain kantin adalah kafetaria. Kantin dapat kita temukan baik di sekolah, kantor, bahkan fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan. Namun, dalam teks editorial kali ini akan dibahas lebih jauh mengenai keadaan kantin di sekolahku, SMA Negeri 15 Bandung.

Kantin adalah tempat di mana orang-orang atau dalam hal ini siswa, guru, dan karyawan sekolah berkumpul untuk menghabiskan waktu istirahat mereka. Mereka biasanya menghabiskan waktu di kantin untuk membeli makan, sekedar berbincang-bincang, atau bahkan mengerjakan pekerjaan. Oleh karena itu, keadaan kantin harus selalu bersih dan nyaman agar bisa ditempati oleh warga sekolah.

Biasanya, ada beberapa masalah yang dapat ditemui di kantin, yaitu kebersihan dan kenyamanan. Jika kita datang ke kantin pada pagi hari, maka keadaannya masih bersih dan sangat nyaman untuk ditempati. Kantin sekolahku memang tidak terlalu luas ukurannya, tetapi jika sudah jam istirahat, maka akan banyak warga sekolah yang mengantri untuk membeli makanan dan duduk mencari tempat untuk menyantap makanan tersebut. Hal inilah yang membuat kantinku terlihat seolah-olah menjadi sempit.

Setelah waktu istirahat selesai, biasanya masih ada warga sekolah yang nongkrong di kantin karena adanya jam kosong atau memang sedang beristirahat dari pekerjaannya yang melelahkan. Pada saat itu, bisa diamati bahwa keadaan sekitar kantin yang mulai terlihat tidak bersih seperti pada pagi hari. Hal ini dikarenakan adanya warga sekolah yang menyimpan bekas tempat makan/bungkusan makanan dan minuman begitu saja di meja kantin. Tentu keadaan ini sangat menggangu kenyamanan dalam penggunaan kantin.

Selain sisa sampah, terkadang bekas minuman/makanan yang tumpah ke atas meja akan membuat meja menjadi kotor dan tidak nyaman untuk ditempati. Untung saja, sekolahku mempunyai petugas kebersihan yang akan membersihkan kantin supaya bisa bersih dan nyaman seperti semula.

photo6318927624893737251

Keadaan kantin sekolahku yang sudah lumayan bersih ketika warga sekolah sudah pulang (Dokumen pribadi)

Kantin merupakan tempat yang akan selalu didatangi oleh warga sekolah, sehingga kita sebagai warga sekolah juga harus menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan kantin demi kepentingan bersama. Jika kita tidak melakukannya, maka akan timbul ketidaknyamanan yang diakibatkan adanya sampah berserakan dan meja yang kotor karena tumpahan makanan dan minuman.

Tas dari Kedutaan Irlandia

Tas dari Kedutaan Irlandia

Dibuat di Canva

Yeah, taun ini adalah pertama kalinya aku bisa dapet giveaway.

Awal Januari 2019, Kedutaan Besar Irlandia di Jakarta mengadakan giveaway di Instagram. Nah, sayangnya sekarang pos di Instagram mereka sudah dihapus, jadi aku nggak bisa liat pertanyaannya apa, tetapi seingetku mereka menanyakan tentang hal apa yang akan dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. Syarat lainnya adalah, hanya 10 penjawab pertama yang mendapatkan giveaway dari Kedutaan Irlandia.

Waktu itu, aku spontan aja untuk jawab, “Mengurangi berbelanja dengan kantung plastik”. Untungnya, aku memberikan komentar di posisi ke-8, sehingga masih memungkinkan untuk mendapatkan giveaway.

Tanggal 15 Januari 2019, Kedutaan Irlandia menghubungiku melalui DM Instagram. Mereka mengucapkan selamat kepadaku karena aku berhasil dapet giveawaynyaGiveawaynya akan dikirim ke rumahku.

DM IG IE 1

DM Instagram dari Kedutaan kalo aku bisa dapet giveawaynya (Dokumen pribadi)

Tanggal 17 Januari 2019, giveaway pun sampai ke rumahku. Aku seneng banget dong, soalnya aku belum pernah sekalipun dapet giveaway dari internet. Setelah aku buka amplop, aku mendapatkan beberapa barang sekaligus dari Kedutaan. Barang-barang itu ialah tas jinjing, sedotan stainless steel, dan buku catetan. Sesudah itu, aku foto amplop dan barang-barangnya untuk dikirim ke DM Instagram Kedutaan Irlandia sebagai ucapan terima kasih.

Sekarang, malah adikku yang pake tas dari Kedutaan. Tas jinjing dia udah kurang bagus, jadi diganti pake tas giveaway ini. Sedotan yang lurus sekarang jadi miliku, sementara adikku pake sedotan yang melengkung. Buku catetan dan ballpointnya sekrang jadi miliku, sayangnya ballpointnya udah abis tintanya dan rusak, jadi cuman dikoleksi aja.

DM IG IE 2

Amplop difoto untuk dikirim sebagai ucapan terima kasih (Dokumen pribadi)

DM IG IE 3

Amplop dan isinya (Dokumen pribadi)

DM IG IE 4

Isi dari amplop (Dokumen pribadi)

Tas Kedutaan

Isi giveawaynya: tas jinjing, buku catetan dan ballpoint, dan paket sedotan (Dokumen pribadi)

Ada yang pernah dapet giveaway juga? Gimana perasaan waktu dapet giveaway?

-Yos-

 

Catatan UTS XI (2)

27

Dibuat di Canva

Setelah 2 bulan hiatus ngeblog karena keasikan main ponsel, mulai bulan April ini aku akan fokus untuk ngeblog lagi. 

Kemarin Jumat, rapot bayangan alias rapot tengah semesterku udah bagikan. Hasilnya cukup memuaskan bagiku, cuman ada 2 pelajaran yang nilainya anjlok. Tapi, untungnya masih rapot bayangan. Jadi aku masih bisa memperbaiki sebelum rapot kenaikan kelas dibagikan.

Tidak semua ujian mengerjakan soal

Serius! Sewaktu aku UTS bahasa Indonesia, guruku hanya menyuruh anak-anaknya untuk menonton drama dan film anak kelas 12 saja. Aku menonton sebagai bentuk apresiasi terhadap drama dan film. Hanya dengan menonton, nilai rapotku tahu-tahu sudah 78 lagi. Ini sangat menyenangkan dan tidak membuatku pusing untuk memahami materi ujiannya.

Lupa teori, tetapi tahu kasus

Selanjutnya pada saat UTS sosiologi, guruku membuat soal di mana siswa harus menuliskan teori/pemahaman tentang konflik, integrasi, dan disintegrasi sosial. Sayangnya, aku nggak terlalu menghafal teori yang ada di buku. Akhirnya setiap pertanyaan aku jawab dengan pengertian singkat mengenai konflik, integrasi, dan disintegrasi sosial. Setelah aku menuliskan pengertiannya, baru aku menuliskan contoh kasusnya. Misal, bersatunya Jerman dan langkah-langkah menuju bersatunya Korea.

Mengerjakan soal di rumah

Pada saat ujian teori pelajaran musik, guruku kebetulan tidak masuk karena ada keperluan. Alhasil, soal ujiannya boleh dikerjain di rumah dan aku baru mengumpulkan jawabannya beberapa minggu setelah jadwal ujian karena gurunya sulit ditemui.

Apakah ada pembaca yang pernah ngerjain ulangan di rumah?

-Yos-

Ponsel Baru

26

Dibuat di Canva

Hore! Akhirnya setelah menunggu 5 tahun dibelikan ponsel oleh orang tua, aku jadi dibelikan ponsel baru. Ya, serius!

Pada tanggal 3 Januari yang lalu, aku ditawari 2 pilihan yang akan aku jalani di tahun ini, yaitu melanjutkan kursus bahasa Jerman ke tingkat A2 ato beli ponsel baru. Orang tuaku menanyakan kedua hal tersebut kepadaku karena saat ini hanya tersisa uang sedikit saja untuk kegiatanku. Tanpa pikir panjang, aku pun memilih untuk membeli ponsel baru. Ponsel yang aku maksud di sini adalah ponsel pintar (smartphone).

Aku memilih ponsel baru ketimbang melanjutkan kursus A2 karena pertimbangan harga yang lebih murah. Tahun ini, uang pendaftaran kursus naik jadi 3,3 juta, sementara jika aku membeli ponsel, aku hanya menghabiskan 2,9 juta aja.

Oh iya, ponsel baruku mereknya Oppo A3s. Bentuk ponselnya ada poni mirip iPhone X. Aku membelinya dengan harga 2,5 juta dan karena ditambah dengan aksesoris, maka harga totalnya jadi 2,9 juta. Ya, kurang lebih setelah 3 minggu pemakaian aku sangat menyukainya dan tidak menyesal membelinya.

Tiga hal yang kusuka

Ada 3 hal yang kusuka dari ponsel baruku. Pertama, kameranya bagus. Ya, sektor kamera adalah sektor yang selalu aku perhatikan ketika melakukan survei ponsel sejak tahun 2014-2019. Aku sangat membutuhkan kamera yang bagus karena terkadang aku perlu mengabadikan momen tertentu.

Kedua, aku menyukai tampilan poni alias notch-nya. Ya, meskipun poni ini membuat sebagian tampilan aplikasi terpotong, tetapi aku memakluminya. Sebenernya, ada pengaturan untuk menampilkan aplikasi. Kita bisa memilih untuk menampilkan aplikasi seukuran layar (dengan resiko terpotong poni) atau menampilkan aplikasi yang tidak seukuran dengan layar (artinya, ukuran layar akan ditampilkan sampai di bawah poni).

Ketiga, aku bisa membalas pesan secara cepat. Ya, selama 9 bulan terakhir, aku selalu menggunakan laptop untuk membalas pesan semacam Line dan Whatsapp. Cara ini sangat merepotkan, karena aku harus menyalakan laptop lebih dari 6 jam sehari, tetapi sejak aku memiliki ponsel baru, aku hanya memakai laptop seperlunya, bahkan terkadang ada 1 hari di mana aku tidak menggunakan laptop sama sekali.

Ya, itulah pengalamanku memiliki ponsel baru yang hampir 3 minggu ini. Oh iya, aku membeli ponsel baru pada tanggal 11 Januari 2019. Oh iya, ini adalah artikel pertamaku di tahun ini.

Apa pengalaman pembaca ketika membeli ponsel baru?

-Yos-

NB: Mungkin banyak pembaca yang sempet tau kalo dulu aku mau beli ponsel Nokia lagi, tapi karena uangnya terbatas, maka aku beralih ke ponsel yang lebih murah, yaitu Oppo.

Halo 2019

Halo 2019

Dibuat di Canva

Gelukkig nieuwjaar!

Sejak taun 2018, aku berusaha untuk membuat artikel di awal taun mengenai resolusi/cerita throwback dari taun sebelumnya.

Mulai taun ini, aku punya banyak sekali PR ngeblog dari taun lalu. Ya, aku udah punya ide nulis yang banyak banget. Walaupun idenya banyak banget, tapi aku masih akan seleksi ide mana aja yang bisa aku tampilkan untuk para pembaca :).

Taun ini, aku akan memulai perjalanan yang jauh. Kalo sempet, tempat tujuannya baru akan aku tulis sebelum aku pergi ke tempat itu. Selain itu, mulai taun ini aku juga akan mengurus salah satu dokumen kependudukan, yaitu KTP (ya, karena bulan Desember kemarin aku berusia 17 taun).

Usia 17 taun memang spesial untuk semua orang. Ya, sebenernya aku merasa spesial karena bisa punya KTP sendiri. Tapi di sisi lain, ada semacam “kewajiban” yang harus aku pelajari. Kewajiban itu adalah latihan untuk mengendarai sepeda motor lalu dilanjutkan dengan latihan mengemudikan mobil.

Banyak dari tetanggaku yang udah bisa mengendarai sepeda motor bahkan sebelum usia mereka 17 taun. Walaupun begitu, aku sangat tidak tertarik untuk belajar mengendarai sepeda motor karena aku lebih suka dengan mobil dibandingkan dengan sepeda motor. Jadi, aku akan lebih fokus kepada latihan mengemudikan mobil daripada motor. Kan kalo naik sepeda motor masih bisa sama ojek online. 🙂

Memang ada satu sisi positif yang bisa aku dapatkan kalo aku berhasil mengemudikan mobil. Sisi positifnya adalah aku bisa bergantian untuk nyetir dengan kedua orang tuaku bila sedang dalam perjalanan dengan menggunakan mobil.

Selanjutnya, salah satu hal yang akan aku lakukan mulai taun ini adalah menabung. Aku udah belajar menabung sejak kelas 2 SD. Walaupun demikian, uang yang pernah aku tabung sejak kelas 2 SD mengalami kesalahan pencatatan dalam buku tabunganku, jadi mulai taun ini aku akan membuat catatan tabungan yang baru sehingga pengaturan uang (jajan)ku lebih teratur lagi.

Kilas balik 2018

Aku nggak akan nulis tentang kilas balik 2018 lagi karena udah pernah aku tulis di Cerita 2018. 🙂

Apa resolusi kalian di taun ini? Bagaimana dengan cerita kalian di taun 2018?

-Yos-

NB: Semua GIF diambil dari Giphy.

Cerita 2018

Cerita 2018

Dibuat di Canva

Artikel ini dibuat setelah terinspirasi oleh cerita akhir taunnya Mbak Crystal

Ya, kali ini Yos akan buat catatan yang singkat tentang taun 2018. Taun ini lebih berwarna daripada taun 2016 dan 2017 yang bisa dibilang sebagai taun-taun dengan perubahan yang tiada berarti dalam hidupku.

Deutsch ist einfach! 

(bahasa Jerman: Bahasa Jerman itu mudah!)

Taun ini, aku memulai kursus bahasa Jerman di Goethe Bandung. Aku telah mengikuti kursus selama 9 bulan sejak Maret 2018. Saat ini aku udah selese tingkat A1. Ya, walaupun belum ikut ujian Zertifikat A1 karena belum waktunya kuliah ke Jerman, tapi aku merasakan banyak sekali perubahan dalam bidang bahasa Jerman. Aku memang jarang sekali menggunakan bahasa Jerman dalam percakapan, tapi karena laptop kesayanganku telah disetting dalam bahasa Jerman, maka setidaknya aku masih belajar bahasa Jerman setiap hari.

Tingkat A1 memiliki 3 subtingkat, yaitu A1.1, A1.2, dan A1.3. Aku menghabiskan waktu selama 3 bulan per subtingkat untuk mempelajari bahasa Jerman. Dari ketiga subtingkat tersebut, aku paling suka subtingkat A1.1 karena materinya paling mudah (ya iyalah mudah, soalnya kan subtingkat paling pertama 🙂 ) dan gurunya interaktif sekali.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, aku telah mengganti bahasa di laptopku. Biasanya, aku menggunakan laptop dalam bahasa Inggris (AS) sejak bulan November 2017, tetapi sekitar bulan Mei/Juni 2018 aku nekad ganti bahasa laptop hanya untuk memperdalam bahasa Jermanku. Langkah ini efektif bagiku.

Mulai bulan Juli 2018, aku menonton salah satu kanal televisi berbahasa Jerman, Das Erste. Acara kesukaanku adalah Live Nach Neun yang dibawakan oleh 6 orang pembawa acara. 6 orang pembawa acara ini melakukan siaran secara bergantian. Pembawa acara kesukaanku adalah Isabel Varell dan Tim Schreder. Menurutku, mereka punya intonasi bicara yang standar, jadi aku bisa ngikutin apa yang mereka bicarakan dengan untertitel (bahasa Jerman: subjudul) yang ada di bawahnya.

Kehilangan kendali

Pada bulan Juni, aku naik ke kelas 2 SMA. Banyak orang bilang kalo kelas 2 SMA adalah masa-masa rawan di SMA. Mengapa? Karena di masa ini banyak murid yang merasa santai sekali hidupnya (termasuk Yos 🙂 ). Di masa ini juga, Yos mulai kehilangan kendali untuk mengatur waktu. Kurang lebih sejak akhir bulan Agustus 2018 aku udah nggak pernah bisa posting artikel setiap hari Jumat/Sabtu karena udah terlalu cape beraktivitas dan sebenernya ada rasa males yang luar biasa juga.

Bahkan, aku masih punya 47 rencana judul yang harus aku tulis. Ya, sebenernya 47 rencana judul ini aku siapkan sampai beberapa taun ke depan, tapi sekitar 80% dari judul yang aku rencanakan itu seharusnya udah mulai aku kerjakan sejak akhir Agustus 2018.

Memang aku mengalami banyak penurunan dibandingkan dengan taun 2017, tapi sekarang aku masih berusaha untuk nggak males lagi.

Di taun ini juga aku mengalami darah rendah lebih dari sekali. Hal ini terjadi karena pola makan, minum, dan tidurku tidak teratur. Bahkan, tensi darahku sempet mencapai 125/66. Aku mengatasi darah rendah ini dengan cara rajin makan sayuran yang mengandung zat besi semacam bayam dan memperbanyak minum air putih serta mengatur jam tidur yang udah terlanjur berantakan itu.

Asisten guru

Aku adalah salah satu murid yang biasa mampir ke ruang guru karena sering ngebantu nganterin buku dari ruang guru ke kelas. Bahkan, banyak guru yang tidak pernah mengajarku tapi mereka tetep mengenaliku karena aku sering mampir ke ruang guru.

Mulai taun ini, aku menjadi sekretaris guru agama di sekolahku, namanya Bu Marisi. Aku sering sekali membuatkan dokumen yang diperintahkan oleh beliau. Ya, aku sih nggak masalah jadi asisten guru karena aku seneng bantu orang lain. Hal ini malah sangat menyenangkan.

Ya, itu cerita 2018-ku, apakah pembaca punya cerita 2018 versi masing-masing?

-Yos-

Tempura Ikan Mas

Tempura Ikan Mas

Dibuat di Canva

A.  Penjelasan

Tempura/tenpura (天ぷら) merupakan salah satu makanan yang berasal dari Jepang. Walaupun begitu, tempura bukanlah makanan asli Jepang. Menurut sumber terpercaya, makanan yang cara pembuatannya dengan dicelupkan ke dalam tepung dan kemudian digoreng ini diperkenalkan oleh misionaris Katolik dari Portugis. Misionaris Katolik dari Portugis tersebut sering memakan makanan laut menjelang masa Pra-Paskah yang dalam bahasa Latin disebut ad tempora cuaresmae. Makanan ini merupakan makanan rakyat pada zaman Edo (1603-1868) karena dijual oleh pedagang kaki lima dengan harga yang terjangkau.

Makanan ini terbuat dari daging/tumbuhan yang dicelupkan ke dalam adonan tepung terigu dan kuning telur. Adonan ini kemudian digoreng ke dalam minyak panas. Daging/tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai tempura ialah ikan, udang, dan umbi-umbian. Oleh karena itu, kami memilih daging ikan mas untuk dijadikan sebagai tempura karena cara pembuatannya pun mudah, sehingga tidak memakan waktu yang lama.

B.   Alat

  • Kompor
  • Mangkuk berukuran sedang
  • Panci berukuran sedang
  • Sendok
  • Ulekan

C.  Bahan

  • 300 gram filet ikan mas
  • 8 sendok makan tepung terigu
  • 4 sendok makan tepung Sasa pedas
  • 4 sendok makan tepung Sasa original
  • 1 buah parutan wortel
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sendok makan merica
  • 1/2 sendok teh lada
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

D.  Cara Membuat

  1. Cuci ikan mas hingga bersih, kemudian haluskan filet ikan mas menggunakan ulekan. Filet dapat dibuat dengan cara membuang tulang yang ada pada ikan. Apabila tidak ingin repot membuat filet, Anda dapat meminta kepada pedagang ikan untuk membuatkan filetnya.
  2. Haluskan bawang putih, merica, dan lada. Kemudian, masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam campuran tepung terigu dan Sasa. Komposisi tepung yang digunakan sebaiknya jangan terlalu banyak bila ukuran filet ikan tidak sampai 300 gram. Apabila Anda menginginkan tekstur tempura yang tidak keras dan hanya terasa tepungnya saja ketika digoreng, maka perbandingan filet ikan dan tepung adalah 2,5 : 1.
  3. Tambahkan garam dan gula secukupnya sesuai selera. Apabila rasanya sudah sesuai selera dan adonan tidak terlalu keras/lembek, silahkan panaskan minyak goreng dengan bentuk yang diinginkan.
  4. Tempura pun bisa disantap.

Sumber:

  1. https://cookpad.com/id/resep/538895-tempura-ikan-patin dengan perubahan.
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Tempura