Catatan UTS X (2)

Catatan UTS X 2
Dibuat di Canva

Catatan UTS/UAS yang biasanya aku buat tiap hari terakhir UTS/UAS, tapi karena minggu setelah UTS kemaren aku sibuk, jadi baru bisa sekarang nulis catetannya

UTS Semester 2 kemarin aku belajar dengan waktu yang lebih sedikit daripada UTS sebelumnya. Waktu itu, aku lagi males banget buat baca materi UTS. Dari yang biasanya belajar bisa dari jam 8-12 malem, untuk UTS kemaren, aku cuma belajar dari jam 11-12 malem dilanjut jam 4-5 pagi.

Untuk beberapa pelajaran, memang ada yang materinya sedikit, jadi bisa cepet baca materinya. Untuk pelajaran Matematika, aku malah nggak sempet latihan soal karena memang belajarnya baru jam 4 pagi. Untungnya, materi Trigonometri di pelajaran matematika bisa aku pahami.

Hasil UTS alias rapotnya pun udah dibagiin. Semua nilai bagus, tetapi, ada satu nilai yang menurut Ibunda harus dinaikin lagi, ya pelajaran sosiologi tentunya. Dari SMP, materi sosiologi adalah materi yang paling susah menurutku, karena banyak hafalannya. Mulai dari harus ngafalin jenis-jenis interaksi dan yang paling memuakan adalah harus ngafalin penjelasan dari tokoh-tokoh sosiologi macam Karl Marx, Soerjono Soekanto, dan Koentjaraningrat.

karl-marx-2868685_1920
Karl Marx, tokoh yang pasti ada di setiap bagian di buku sosiologi (via Pixabay)

Sakit dan kurang tidur

Di hari terakhir UTS, aku malah jatuh sakit. Pusing dan badanku terasa panas. Ya, ini karena kebiasaan kurang tidur selama UTS kemarin. Waktu pusingku sudah pulih, eh malah kena diare. Jadi, akhir pekan itu aku tidak sempat untuk nulis blog. Tapi, aku malah buat video YouTube pertama di minggu berikutnya setelah UTS.

Ya, video itu bisa dibilang dari awal aku mau bikin vlog sih, tapi kalo ngedit videonya, aku belum jago banget, jadi aku pending dulu untuk ngevlog.

Bagaimana hasil UTS kalian kemarin?

-Yos-

Advertisements

10 Tahun Punya Komputer

10 Tahun Punya Komputer
Dibuat di Canva, gambar diambil dari Lelong Malaysia

April 2008, ya tepat 10 taun yang lalu, Ayahku beli komputer untuk di rumah. Kalo nggak salah, waktu itu harganya sekitar 5 juta Rupiah. 

Waktu itu, aku masih TK B dan seneng banget bisa punya komputer baru. Ya, dulu isi komputernya cuma game sama aplikasi Microsoft Office 2003, tapi setelah dibeliin modem di taun 2012, komputerku sudah terhubung ke internet dan mulai banyak aplikasi lain yang ku install.

Game

Game yang dulu aku mainin di komputer adalah game keluaran PopCap dan GameHouse. Mulai dari Zuma Deluxe, Bejeweled 2, Pizza Frenzy, sampai Insaniquarium pernah aku mainin. Rasanya seru banget main game itu. Bahka pernah sampe undang tetangga buat main bareng. Kalo sekarang, aku udah nggak begitu tertarik game itu.

Pizza Frenzy
Pizza Frenzy yang dulu aku mainin. (Dokumen pribadi)

Coba-coba

Karena yang namanya bocah alias anak kecil itu banyak kepo-nya, jadi aku coba-coba banyak fitur di komputer aku. Mulai dari dengerin Lelaki Buaya Darat – Ratu sampai coba-coba nulis surat untuk sodara. Dulu sih nulis, eh maksudnya ngetik suratnya cuma sekadar say hello aja.

Dulu aku juga sempet gonta-ganti background di komputer dan paling parahnya adalah ngehapus data-data penting. Waktu itu aku dimarahin Ayah, tapi tetep aja aku cuek sambil gambar bukit. Dulu juga, hampir tiap taun komputerku harus dibawa ke tukang servis karena banyak virusnya.

Virus itu asalnya dari aplikasi yang aku download dan itu berlangsung terus menerus. Sampai- sampai, komputerku harus diupgrade Microsoft Windows sampe 2 kali. Dari Windows XP ke Windows 7 sampe yang terakhir ke Windows 10.

Salah satu virus itu adalah Trojan Horse, virus yang bisa dibilang nggak gampang ilang walaupun antivirus udah dinyalain. Bahkan, memori HDD komputerku harus diganti, dari 80 GB jadi 500 GB.

Sekarang, komputerku lebih sering dipakai untuk ngetik tugas, ngedit di Adobe Photoshop, internetan, dan tentunya main game The Sims 3.

Apa yang kalian lakuin waktu main komputer?

-Yos-

 

JaJal: Jalan Riau-Balaikota Bandung

Jajal Jalan Riau - Balaikota Bandung
Dibuat di Adobe Photoshop

Seri artikel JaJal adalah akronim dari Jalan-jalan. Seri ini akan aku tulis kalo aku lagi jalan-jalan ke suatu tempat.

Sewaktu aku pulang dari Goethe, aku masih nyempetin buat ke Balaikota Bandung, karena di Balaikota ada tempat-tempat baru yang dibangun. Sebelumnya, rute perjalanan kali ini dimulai dari Jalan Riau/R.E Martadinata-Jalan Merdeka-Taman Sejarah-Bandung Planning Gallery-Balaikota Bandung.

Jalan Riau/R.E Martadinata

Jadi, sepulangnya dari Goethe, aku jalan kaki dari Jalan Riau ke Balaikota Bandung. Jalan Riau di Bandung masih memiliki banyak pohon dan terlihat rindang. Jalan Riau di Bandung dikenal sebagai kawasan factory outlet/FO. FO merupakan toko-toko yang menjual banyak barang, terutama pakaian, sepatu, dan tas.

Banyak FO bisa kita temui di sini dan banyak juga yang memiliki konsep FO yang unik. Oh ya, mulai masa pemerintahan Ridwan Kamil sebagai walikota Bandung, di Jalan Riau kini tersedia juga sepeda yang bisa dipakai secara umum.

Jalan Merdeka

Lanjut ke Jalan Merdeka, aku melihat banyak bangunan komersial yang berjajar di sini, ditambah di jalan ini terdapat mall tertua di Bandung, yaitu Bandung Indah Plaza, yang sudah ada sejak dekade 90-an. Sejak beberapa taun yang lalu, di jalan ini dibangun apartemen dan hotel milik Best Western.

Jalan Merdeka selalu jadi tempat yang macet di akhir pekan, karena terhubung dengan Jalan Dago di utara dan Jalan Riau di timur. Lebar jalan di Bandung memang tidak selebar jalanan Jakarta, jadi kalo macet kaya gini, ya tinggal nunggu aja sampe kelar. Ahahaha 🙂 .

11
Sabtu bersama macet (Dokumen pribadi)

3. Taman Sejarah

12
Tulisan “Sejarah Bandung di Era Wiranatakusumah” yang terlihat di Taman Sejarah. (Dokumen pribadi)

Di dekat Jalan Merdeka, ada taman kecil yang bernama Taman Sejarah. Pintu masuk Taman Sejarah bisa dilalui dari jalan Aceh. Taman ini merupakan bagian dari Balaikota Bandung. Di taman ini, terdapat mural tentang program apa saja yang ada di Bandung, kolam kecil, dan tentunya gambar tokoh-tokoh penguasa Bandung dari masa lampau sampai masa Ridwan Kamil.

5. Bandung Planning Gallery

13
Maket Bandung di Bandung Planning Gallery (Dokumen pribadi)

Bandung Planning Gallery adalah salah satu wisata galeri perencanaan kota yang unik dan desain interiornya terkesan futuristik dengan pemakaian lampu yang minim di langit-langit, tetapi cukup terang di area tembok bagian bawah.

Di galeri ini, pengunjung bisa melihat maket kota Bandung dan sekitarnya, mengetahui sejarah Bandung, melihat rencana-rencana yang akan dilakukan di kota Bandung (termasuk proyek Bandung Teknopolis yang merupakan pusat pemerintahan baru Bandung di Gedebage), dan ada VR juga! VR atau Virtual Reality berisi animasi yang menggambarkan transportasi metro kapsul Bandung di stasiun-stasiun tertentu.

Ketika di awal-awal aku nyobain pake VR, aku agak mual karena gambar yang di depan kita itu berjalan dengan cepat. Maklum, baru pertama kali nyobain VR, jadi agak norak gitu.

6. Balaikota Bandung

14
Balaikota yang sudah direnovasi (Dokumen pribadi)

Balaikota Bandung yang dulu membosankan, sekarang menjadi menarik lagi karena adanya penataan taman. Di balaikota sendiri, kurang lebih ada 2 taman, yang satu Taman Balaikota, dan yang satu lagi, aku lupa namanya. Kedua taman itu berdekatan lokasinya.

Di Balaikota, kalian bisa melihat beberapa jenis ayam, burung, dan tentu saja kelinci yang dipelihara di sini. Jumlahnya memang sedikit, tapi itu bisa menambah daya tarik sendiri pengunjung balaikota Bandung.

Selain itu, di balaikota, kita juga bisa menemukan labirin. Labirin ini memang tidak seperti labirin yang memiliki jalan buntu. Labirin ini memiliki jalan yang semuanya terhubung, karena luas labirin ini termasuk sempit.

Ya, walaupun masih agak cape jalan dari Goethe Institut Bandung, tapi aku seneng bisa jalan-jalan sampai Balaikota Bandung.

Ke mana kalian jalan-jalan akhir pekan ini?

-Yos-

Bersih-bersih Lemari

Bersih-bersih Lemari
Dibuat di Canva

Hari ini, aku nyempetin bersih-bersih lemari karena isinya yang udah kebanyakan. Ya, cepet sih ngebersihinnya dan nggak terlalu capek. Di lemariku, aku nemuin banyak barang yang sebenernya udah nggak kepake tapi masih aku simpen, kaya kertas-kertas ulangan SMP, buku panduan Microsoft Windows XP, kertas-kertas hasil print yang gagal, dus-dus flashdisk, dan tentunya plastik.

Kotor? Iya.

Berantakan? Iya.

Barang-barang yang udah nggak kepake aku pisah jadi 3 bagian, yaitu barang yang masih kepake, barang yang udah nggak kepake, dan barang yang harus dibuang. Dari pembagian 3 bagian itu, ternyata barang yang harus dibuang jauh lebih banyak. Mulai dari dus-dus kecil bekas, brosur, dan koran-koran bekas yang udah nggak kepake.

Banyak memang, tapi kenapa dulu aku simpen barang-barang yang sekarang udah dibuang itu? Alesannya cuma satu, yaitu “siapa tau nanti bisa dipake lagi”. Ya, sekarang malah kenyataannya, barang-barang itu cuma menuhin lemari dan nggak dipake lagi malah. Jadi, aku bersihin aja deh.

Oh ya, barang yang masih kepake, aku masukin lagi ke lemari supaya nanti bisa diambil lagi, sementara untuk barang yang udah nggak kepake, aku masukin ke dus supaya bisa disortir lagi sama Ibunda dan siapa tau ada yang bisa disumbangin.

Selain misahin barang-barang. Aku juga nemu banyak tabloid, brosur hape, hasil karya, dan buku yang dulu aku suka banget. Ini dia fotonya:

brosur2
Brosur dan iklan koran. Ternyata masih ada potongan iklan Nokia N72 🙂 . (Dokumen pribadi)
majalah
Majalah tentang mobil, National Geographic Indonesia edisi November 2013, dan buku One Direction. Dulu aku sempet jadi Directioner, tapi cuma 2 taun. (Dokumen pribadi)
tabloid
Tabloid Pulsa, paling atas: taun 2014, tengah: 2015, dan paling bawah 2016. (Dokumen pribadi)
telur_paskah
Telur Paskah yang dihias (Dokumen pribadi)

Bagaimana pengalaman kalian bersih-bersih lemari? Apa ada yang malah nostalgia sama barang temuannya?

-Yos-

Mampir Goethe Institut Bandung

Mampir Goethe Institut Bandung
Dibuat di Canva

Guten morgen, Ich bin Yosia. Ich bin 16 Jahre alt und komme aus Bandung. Ich werde schreiben mein Gesischte in Goethe Institut Bandung ereignis. 

(Selamat pagi, nama saya Yosia. Saya berumur 16 tahun dan berasal dari Bandung. Saya akan menulis cerita saya di acara Goethe Institut Bandung.)

15
Spanduk acara “Jerman Kuy Ah! (Dokumen pribadi)
goethe_pembukaan
Acara pembukaan di Goethe. Gambar kiri: Persiapan pembukaan acara, gambar kanan: Sambutan dari Kepala Goethe Bandung (Doumen pribadi)

Sabtu yang lalu adalah hari yang bisa bikin aku seneng. Kenapa? Ya, karena aku bisa dateng ke acara Jerman Kuy Ah! di Goethe Institut Bandung. Ini adalah kali pertama aku dateng ke sana.

Acaranya dimulai dari jam 10-16. Tapi, aku cuma dateng sampe jam 15, karena jam segitu udah mulai banyak yang pulang. Lumayang banyak yang dateng ke acaranya dan karena aku termasuk 100 orang pertama yang mampir ke Goethe, jadi aku dapet Bratwurst. Bratwurstnya enak bangetsaking enaknya, aku nggak sempet foto, soalnya aku makan duluan 🙂 .

Oh ya, di sana ada banyak kegiatan. Mulai dari kursus bahasa Jerman kilat (yang gratis), ada stand dari DAAD, Studienkolleg Indonesia (Studkol), dan tentu aja Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia, kuis berhadiah, dan tentu aja presentasi dari DAAD, Studkol, Kedubes Jerman, serta alumni orang Indonesia yang udah kuliah di Jerman.

Ada juga tarian khas Jerman (yang aku nggak tau namanya), tari Jaipong, dan paduan suara. Oh ya, di stand-stand DAAD, Studkol, dan Kedubes Jerman, kita bisa nanya-nanya informasi tentang studi di Studkol (sekolah penyetaraan selama 10 bulan sebelum kuliah di Jerman), syarat-syarat pendaftaran Visa bagi pelajar (dan ada juga syarat pendaftaran Visa Schengen yang bisa dipake di regional Uni Eropa), juga beasiswa dari DAAD.

Di sana, aku ikut kursus kilat bahasa Jerman. Pengajar di sana sopan dan ramah, serta mengajarkan bahasa Jerman secara langsung dan cepat. Aku belajar tentang cara menanyakan nama orang, dan menemukan informasi dari poster tentang negara Jerman. Sesi yang paling asik menurutku adalah sesi menemukan banyak informasi dari poster tentang negara Jerman.

Di poster itu, ada banyak gambar informasi mulai dari mencari nama kota, ikon kota, dan masih banyak lagi.

Oh ya, perpustakaan yang ada di Goethe Bandung menurutku bagus dan pencahayaannya sangat memadai, jadi kita bisa baca buku dengan enak. Sejauh ini, aku  baru liat-liat gambar bukunya dulu, karena aku nggak ngerti isinya 🙂 .

buku_goethe
Koleksi buku yang lengkap di Goethe Bandung (Dokumen pribadi)
goethe_koleksi_buku
Buku-buku yang sempet aku liat (Dokumen pribadi)
goethe_depan
Gedung Goethe Institut Bandung dari depan pagar, difoto sebelum pulang (Dokumen pribadi)

Ada yang pernah ke acara Goethe atau ke institusi bahasa asing/pusat kebudayaan lainnya ?

-Yos-

Tentang Turki

Tentang Turki
Dibuat di Canva

Gunaydın! (Selamat pagi!)

Artikel terakhir dari seri Tentang Dunia adalah Turki. Sama dengan artikel “Tentang Swedia”, seharusnya artikel ini di pos bulan Agustus/September 2017 yang lalu, tapi waktu itu lagi banyak ide, jadi ditunda dulu. Oke, sekarang, langsung aja bahas kenapa aku suka Turki.

Dari mana suka Turki?

Sebenernya udah lama banget suka Turki, mungkin sejak nonton acara Backpacker di TvOne beberapa taun yang lalu. Waktu itu acara Backpacker lagi jalan-jalan di Istanbul dan aku merasa kagum banget. Walaupun cuma liat tayangan doang, tapi aku malah jadi pengen ke Turki, ya setidaknya ngerasain langsung gitu main di sana. Ahaha.

Drama Turki

Aku juga suka Turki dari dramanya. Menurutku, drama Turki keren, ya walaupun kadang ceritanya kurang ngerti. 2 tahun lalu, mungkin lagi booming-boomingnya drama Turki di Indonesia. Mulai dari Kiraz Mevsimi (Cinta di Musim Ceri) di Trans TV dan Cansu dan Hasal sama Antara Nur dan Dia di ANTV.

Tapi sekarang, karena udah nggak tren lagi di Indonesia, jadi aku udah nggak pernah nonton drama Turki lagi. Oh ya, drama kesukaan aku Kiraz Mevsimi. Dulu, tayangnya deket-deket jam makan siang dan aku selalu pulang cepet dari sekolah setiap hari Jumat cuma buat nonton Kiraz Mevsimi. 

Kenapa cuma suka Kiraz Mevsimi? Ya, karena jalan ceritanya paling bagus dari antara drama Turki yang aku tonton. Juga, pengambilan gambarnya juga lebih bagus daripada beberapa drama yang aku tonton. Aku paling suka sama Ayaz (Serkan Çayoğlu) dan Öykü (Ozge Gürel).

Sejauh ini, aku baru nonton Cansu dan Hazal, Antara Nur dan Dia, Belahan Jiwa Karahman, Elif, Kiraz Mevsimi dan Winter Sun. Ya, walaupun nggak nonton sampe tamat, tapi setidaknya udah tau sedikit jalan ceritanya.

Politik

Untuk politik, ini termasuk topik yang agak sensitif. Waktu kudeta Turki (Juli 2016) yang dilakukan Militer Turki untuk menggulingkan Erdoğan, aku sempet ngikutin beritanya dan lumayan parah dampaknya. Bandara Atatürk di Istanbul ditutup, Jembatan Selat Bosporus diblokir, dan masih banyak kekacauan lagi di Turki waktu itu.

Waktu itu dalang dari peristiwa kudeta ini adalah Fetullah Gulen, yang lagi ada di Amerika Serikat. Untungnya, kudeta ini gagal dan akibatnya, para anggota militer dihukum. Kudeta gagal ini juga membuat banyak tempat wisata yang sepi, karena takut terjadi kudeta lagi.

Pariwisata

Turki punya banyak tempat wisata yang kece abis. Bahkan, di Istanbul sendiri, banyak peninggalan sejarah yang bisa kalian kunjungi.

Di Istanbul, kita bisa melintasi Jembatan Bosporus yang melintang di antara dua benua, Asia dan Eropa. Ada Istana Topkafi yang dulu sempat ditinggali sultan dan juga Taman Taksim Square yang jadi salah satu taman yang banyak pengunjungnya.

turkey-630385_1920
Jembatan Bospurus di malam hari (via Pixabay)
istanbul-2287291_1920
Istana Topkafi yang pernah ditinggal Sultan Utsumaniyah (via Pixabay)
folk-3150794_1920
Taksim Square yang biasa jadi tempat kumpul warga Istanbul (via Pixabay)

Di Kapadokia, kita bisa melihat balon udara yang melintas di antara gunung-gunung.

cappadocian-2361059_1920
Kapadokia di siang hari, sayang lagi nggak ada balon udaranya (via Pixabay)

Kebab, Yoghurt, dan Tari Sufi

Makanan, minuman, dan tarian khas Turki ini bisa dibilang unik. Tapi, aku bahas satu-satu ya.

17362769-10212857194044316-5788411807484332309-n-58f838ca387b615b6b6daf5d
Kebab di Indonesia (via Kompasiana)

Pertama, kebab yang merupakan daging yang dibakar sambil ditusuk dan bisa dibuat dari daging sapi, babi, ikan, ayam dan kambing. Biasanya kebab dicampur olahan sayur lain kaya selada, bawang bombay, dan saus tomat sama mayones.

Aku seringnya beli kebab di abang-abang pinggir jalan waktu masih SMP dulu. Rasanya lumayan enak dan harganya nggak bikin jebol kantong lah. Oh ya, kebab ini ada banyak jenisnya.

milk-3231772_1280
Yoghurt yang berasal dari fermentasi susu (via Pixabay)

Kedua, yoghurt. Yoghurt adalah olahan fermentasi susu oleh bakteri. Olahan yoghurt tidak hanya dikenal dari Turki, namun juga dari Bulgaria. Rasanya agak asem, tapi olahan ini juga aku suka. Di Turki, banyak olahan yang menggunakan yoghurt, sehingga mereka tidak bisa hidup tanpa yoghurt.

tari-sufi-meditasi-87d93ef1048292eecadbc8e18d54083d
Tari Sufi (via IDN Times)

Terakhir, ada tari Sufi. Tarian yang masih bikin aku bingung karena penarinya nggak pusing walaupun udah muter berkali-kali. Biasanya, penari Sufi memakai topi yang panjang, jubah yang panjang dan sepatu khusus.

Siapa yang suka Turki juga?

-Yos-

Bacaan lebih lanjut

  1. Adyasta, Yosia, “Inilah  Istanbul Pasca Kudeta”, https://yosadya2.wordpress.com/2017/02/04/inilah-istanbul-pasca-kudeta/19 Maret 2018.
  2. Editor BBC Indonesia, “Turki memperingati setahun sejak upaya kudeta”, http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40618419, 19 Maret 2018.
  3. Editor Wikipedia Bahasa Indonesia, “Kebab”, https://id.wikipedia.org/wiki/Kebab19 Maret 2018.
  4. Editor Wikipedia Bahasa Indonesia, “Yoghurt”, https://id.wikipedia.org/wiki/Yoghurt, 19 Maret 2018.
  5. Yaa, Anne, “7 Kebiasaan Makan dan Minum Orang Turki yang Aneh Bagi Orang Indonesia”, https://hype.idntimes.com/fun-fact/siti-hajar-angun/7-kebiasaan-makan-dan-minum-orang-turki-yang-aneh-bagi-orang-indonesia-c1c2/full#19 Maret 2018.
  6. Bunga, Rully, “Mendunia, Ini 7 Fakta Unik di Balik Tarian Sufi!”, https://hype.idntimes.com/fun-fact/rully-bunga/7-fakta-tarian-sufi/full, 19 Maret 2018.

Tentang Dunia:

  1. Tentang Filipina
  2. Tentang Irlandia
  3. Tentang Selandia Baru
  4. Tentang Jerman
  5. Tentang Swedia
  6. Tentang Turki

Tentang Swedia

Tentang Swedia
Dibuat di Canva

God Morgon! (baca: gu morgon)

Seharusnya, aku udah pos artikel ini bulan Agustus/September 2017, tapi karena waktu itu ide nulis artikelnya lagi banyak, jadi ditunda sampe sekarang.

Ya, seperti biasa, seri artikel Tentang Dunia akan membahas pandanganku mengenai 6 negara, yaitu Filipina, Irlandia, Selandia Baru, Jerman, Swedia, dan artikel terakhir tentang Turki. Kenapa cuma 6 negara? Karena 6 negara itu adalah negara-negara yang aku suka dan semoga aja bisa mampir ke sana nantinya.

Kapan tau Swedia?

Kembali ke topik, jadi apa yang aku tau tentang Swedia?

Swedia adalah negara yang punya penduduk paling banyak di Skandinavia. Aku kenal Swedia karena Ibunda. Waktu aku masih kecil, Ibunda pernah bergabung ke salah satu bisnis perusahaan kosmetik terkenal dari Swedia dan sejak itu, aku jadi suka Swedia.

ABBA

bf9de-220px-abba_member
Anggota ABBA searah jarum jam: Benny Andersson, Anni-Frid Lyngstad, Agnetha Fältskog, dan Björn Ulvaeus (via Wikimedia Commons)

Selain itu, ada grup band legendaris dari Swedia. Ya, ABBA. Band yang beranggotakan Agnetha Fältskog, Björn Ulvaeus, Benny Andersson, dan Anni-Frid Lyngstad ini muncul di tahun 1972-1982 dan pernah memenangkan kejuaraan Eurovision 1974 dengan lagu “Waterloo”. Sekedar informasi, Eurovision adalah ajang pencarian bakat dalam bidang menyanyi yang dilaksanakan tiap taun di Eropa. Lagu yang terkenal dari ABBA adalah Dancing Queen, Mamma Mia, I Have A Dream, dan The Winner Takes It All.

IKEA

Ikea_Kungen_2009
Ikea Kungens Kurva, Stockholm yang merupakan toko IKEA terbesar di dunia. (via Wikimedia Commons)

Selain ABBA, Swedia juga dikenal dari IKEA. Perusahaan rintisan Alm. Ingvar Kampard ini telah sukses di banyak negara (termasuk Indonesia). IKEA menjual perabotan rumah yang sebagian besar bisa kita rakit sendiri, sehingga harganya bisa dijual lebih murah oleh pihak IKEA. IKEA di Indonesia sudah ada sejak 1994, tetapi baru punya toko di Alam Sutera tahun 2014.

IKEA juga menjual makanan khas Swedia di restorannya. Misalnya köttbullar ato bakso swedia dan olahan ikan salmon. Untuk beberapa toko di luar negeri, IKEA menjual olahan daging beku, makanan serta minuman khas Swedia dalam kemasan, jadi pengunjung bisa beli dan diolah sendiri di rumah. Untuk di Indonesia, sayangnya hal ini belum bisa dilakuin.

Pariwisata

Swedia menyimpan banyak bangunan kuno yang unik. Misalnya kawasan Stockholm yang punya Gamla Stan, ABBA The Museum, Museum Vasa, Djurgården, dan masih banyak lagi. Juga menara Torso di Mälmo yang mirip seperti torso ato tulang punggung dan juga Jembatan Öresbund yang dibangun untuk menghubungkan Mälmo dengan Kopenhagen. Di Göthenberg, kalian juga bisa nemuin mall terbesar di Eropa Utara, Nordstan.

Apa pendapat kalian tentang Swedia?

-Yos-


Tentang Dunia:

  1. Tentang Filipina
  2. Tentang Irlandia
  3. Tentang Selandia Baru
  4. Tentang Jerman
  5. Tentang Swedia
  6. Tentang Turki