Sambal Telur

Halo Pembaca! Kali ini saya akan mempublikasikan mengenai resep sambal telur.

Sambal adalah salah satu masakan yang sangat digemari di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Sambal yang ada di Asia Tenggara, khususnya Indonesia memang beragam. Mulai dari sambal mangga, sambal hijau/sambalado, dan sebagainya. Mari kita mulai:

Sambal Telur (via gudang-resep.blogspot.com)

Bahan: 

  • cengek merah
  • cabai keriting (10 buah)
  • 1 butir telur 
  • 1 buah tomat
  • terasi secukupnya
  • 200ml minyak goreng

Cara membuat:

  1. Blender cengek merah dan cabai keriting, matikan setelah halus. Ini adalah bahan adonan A.
  2. Panaskan minyak goreng, setelah itu masukkan adonan A ke dalam kuali berisi minyak, tunggu hingga 1 menit.
  3. Potong-potong tomat, lalu masukkan ke dalam sambal, juga masukkan telur (jangan dalam keadaan diaduk). Terakhir, masukkan terasi.
  4. Aduk semua yang ada di dalam kuali. Tunggu hingga 2 menit, aduk sesekali.
  5. Sambal telur sudah siap dihidangkan.

Terima kasih: Chikana F.

Advertisements

Ada Apa Dengan Cinta?

Hey guys! Today, i will share my article about movie review. I’ve chosen this topic because i think this topic is very interersting for me. I hope you will love it.This movie title is Ada Apa Dengan Cinta? (2002). This movie has been exist in Indonesia, Malaysia, Singapore, and Brunei Darussalam. So, let’s check the review. 

Ada Apa Dengan Cinta?

AADC Poster (via en.wikipedia.org)

Cinta (Dian Sastrowardoyo) is a senior high school student. She always wins the poet contest in her school. This film begin with Alya. Her parents is broken, because her father usually irritate hers. Alya (Ladya Cherill) is Cinta, Carmen (Ardinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), and Milly (Sissy Priscillia) friend. 


This year, the winner about poems contest. All of student hope Cinta is the winner of poets contest. But, the winner is Rangga (Nicholas Saputra). Cinta and her friends are the school bulletin manager, so they will interview Rangga. 


Rangga’s personality are stolid and loner boys. When she talk with Rangga, she looking at his book (AKU by Syumandjaya). After that, Cinta send a message and make him angry. Intuitively, his book is fall. Cinta take and read his book.


Cinta is return his book to Rangga. Rangga say thank you to Cinta, and they relation are very close. Rangga invite Cinta to go to Kwitang, the place when him buy old book. In Kwitang, she remember that there had been promise with her friends to watching concert. She left Rangga for watching  concert. 


The day after tomorrow Rangga and Cinta are dating in a cafe. Before Cinta going to cafe, Alya calling she and she say that there had been going to her home. Cinta say a fish story that there had going to hospital. Finally, Cinta dating with Rangga. In there, Cinta sing a song starting from Rangga poet. 


When Cinta going home, her parent come to see Alya in hospital, because she want to commint suicide. Cinta is very dejected. Rangga meet Cinta, but Cinta restrain him. Rangga is agree. So, Cinta say the truth to Alya that she has date with Rangga and apoloize to her friends.


Rangga running a plan to emigrate to New York, want to calling Cinta to say goodbye to Cinta although she restrain him. Carmen looking that Rangga say goodbye to Mr. Wardiman, the school security. She tell about this information to her friends.


Cinta is conscious, so she is going to airport. They borrow Mamet’s car. In the airport, Cinta meet Rangga and she hope that he is canceled the plan. Rangga say no, so he is wrench way with Cinta to New York. Rangga give his poet “Ada Apa dengan Cinta?” to Cinta. Rangga appointment with Cinta when full moon in New York. 


Resensi Tempe dan Manfaatnya

Kalian tahu resensi, bukan? Resensi artinya mengulas kembali atau dalam arti lain adalah penilaian terhadap suatu karya (Wikipedia). Berikut saya akan memberikan contoh resensi buku.

Sampul (dokumen pribadi)

Judul buku: Tempe dalam Kehidupan Masyarakat Umumnya

Penulis: Pramono

Penerbit: PT. Intermasa, Jakarta

Cetakan dan tahun terbit : V, 2010

Jumlah Halaman: X + 54 halaman

Tempe dan Manfaatnya

Tempe adalah salah satu makanan yang berasal dari fermentasi biji kedelai. Tempe juga bisa dimanfaatkan menjadi banyak olahan makanan, bahkan bisa menjadi pengganti daging dan harganya lebih murah daripada daging.

Pramono, penulis yang menuliskan manfaat tempe ini, memaparkan bahwa selain tempe, kita harus memperhatikan gizi yang kita cerna dalam tubuh kita. Tempe pun banyak jenisnya, namun salah satu yang sering dijumpai adalah tempe kedelai. Manfaatnya ialah tempe banyak mengandung gizi, enak rasanya, harganya tidak mahal, dan mudah diolah.

Tempe dapat dihidangkan menjadi lodeh tempe, rendang tempe, dan kecap (untuk tempe segar), serta bumbu masak dan terasi (untuk tempe busuk/bosok). Dalam buku ini, dijelaskan pula cara mengolah tempe menjadi sebuah hidangan, cara membuat tempe, dan olahannya (seperti keripik tempe), cara mengusahakan tempe menjadi menguntungkan dan laup-pauk yang biasa dihidangkan bersama tempe.

Tempe dapat bermanfaat bila kita tahu bagaimana cara memanfaatkannya. Sejumlah cara pun dilakukan agar tempe bisa berguna.

Kelebihan buku ini ialah sampulnya memiliki warna yang menarik untuk dilihat dan memakai bahasa yang mudah dimengerti. Walaupun, ada beberapa kalimat yang tidak efektif dalam buku ini. Gambar dalam buku ini juga tersedia hanya dalam warna hitam-putih.

Jadi, buku ini lebih cocok dibaca bagi mereka yang ingin mengetahui tempe secara spesifik dan pengusaha yang ingin berbisnis tempe yang menguntungkan.

Pergerakan Nasional

Pengertian dan Munculnya Pergerakan Nasional

Pelajar pada zaman pergerakan nasional (via Google)

Pergerakan Nasional adalah bentuk atau aksi yang dilakukan untuk satu tujuan, yaitu bebas dari penjajahan bangsa asing. Pola perjuangan ini muncul setelah tahun 1908, sejak Boedi Oetomo berdiri. Bangsa Indonesia menggunakan cara ini dengan mendirikan organisasi-organisasi yang memiliki cara perjuangan yang berbeda karena sesuai kebutuhan masing-masing organisasi, namun memiliki satu tujuan yang sama.


Sebelumnya, ketika bangsa Eropa datang, bangsa Indonesia hanya menerima saja sehingga dimanfaatkan bangsa asing secara negatif. Akhirnya, bangsa Eropa semakin berjaya karena sifat ulur waktu yang dilakukan bangsa Indonesia. Penjajahan bangsa asing selama 350 tahun di Indonesia merupakan yang terlama di dunia.


Pergerakan Nasional merupakan istilah yang dipakai dalam kurun waktu 1908-1945. Di mulai dari organisasi Boedi Oetomo (1908) sampai GAPI (1942). Untuk dapat memenuhi syarat disebut pergerakan nasional sebagai berikut.

a.      Perjuangan dengan membentuk organisasi modern.

b.      Perjuangan tak bersifat kedaerahan.

c.      Perjuangan tak semata-mata tergantung pada seorang tokoh yang kharismatik.

Faktor-faktor lahirnya pola perubahan:

Faktor Intern

Faktor Ekstern

1.                  Rasa nasionalisme yang semakin berkembang.

Kemenangan Jepang atas Rusia.

2.                  Sejarah gemilang Majapahit & Sriwijaya pernah berjaya di Indonesia.

Perlawanan Partai Kongres India

terhadap Inggris.

3.                  Pengaruh sistem pendidikan Barat Politik Etis (Van Deventer) adanya hambatan masuk sekolah dan golongan terpelajar.

Sikap patriotisme & nasionalisme

Jose Rizal di Filipina melawan Spanyol.

4.                  Perkembangan pendidikan Islam.

Gerakan Nasionalisme China: perlawanan Dinasti Manchu.

5.                  Adanya emansipasi wanita Dewi Sartika dan R.A Kartini.

Gerakan Turki Muda yang mengubah demokrasi di Turki oleh Mustafa Kemal Pasha.


Selain dalam tabel, ada pula perubahan pola perlawanan, yaitu jika sebelumnya lebih kedaerahan yang tak banyak timbulkan hasil, lebih pakai senjata/fisik, dan lebih rugi menjadi bertujuan untuk persatuan dan kesatuan lintas budaya, untuk Indonesia merdeka, dan lebih andalkan politik dengan berorganisasi.


Golongan terpelajar ikut menjadi perubahan karena adanya kesenjangan dalam sistem pendidikan Barat dan Bumiputera, yaitu:

  • Terapkan perkembangan berangsur-angsur dan lambat.
  • Adanya sistem dualisme dan perbedaan golongan sosial.
  • Tujuan hanya untuk hasilkan pegawai Bumiputera.
  • Tak ada perencanaan sistematis.

Politik Etis yang berpengaruh di Indonesia memang membuat banyak orang yang bebas buta huruf, namun masih dibedakan menurut ras dan kebangsawanannya.


Tujuan utama Pemerintah Hindia Belanda mendirikan sekolah-sekolah adalah untuk memenuhi kepentingan mereka. Orang Eropa dan pribumi dibedakan sangat mencolok dalam memperoleh kesempatan pendidikan. Perbedaan kesempatan pendidikan dapat kita lihat dari berbagai sekolah yang didirikan Belanda seperti di bawah ini.

  • Europese Lagere School (ELS) adalah sekolah untuk anak-anak bangsawan Eropa.
  • Sekolah Angka Loro (Kelas Angka Dua), yaitu sekolah untuk orang pribumi golongan rendah.
  • Sekolah Angka Satu (Kelas Satu), sekolah untuk pribumi golongan menengah, kaya, dan bangsawan.

Beberapa tingkatan sekolah yang digunakan untuk menghasilkan kebutuhan pegawai pemerintah adalah sebagai berikut:

a) Untuk Bumiputra Kalangan Bawah


1) Volkschool/Ra’jat School

Pendidikan selama tiga tahun yang mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung.

2) Vervolgschool

Lanjutan Volgschool, dengan lama belajar dua tahun.

b) Untuk Bumiputra Kalangan Menengah


1) Sekolah dasar Hollands Indlansche School (HIS), setingkat SD diselenggarakan selama tujuh tahun dengan bahasa pengantar bahasa Belanda.

2) Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) setingkat SMP.

3) Algemeene Middlebare School (AMS)setingkat SMA.

4) Khusus golongan bumiputra kalangan atas selepas sekolah HIS dapat melanjutkan ke Hoogere Bunger School (HBS). HBS adalah setingkat SMP untuk bangsa Eropa dengan lama pendidikan lima tahun.


Adapula pendidikan Islam seperti pesantren. Ternyata peran pers juga berlangsung dalam masa ini. Misalnya, Soenda Berita dan Medan Priaji. Walaupun telah dikeluarkan Staadblad No.74 Tahun 1856, banyak yang masih mengeluarkan secara diam-diam, seperti Indonesia Merdeka (Perhimpunan Indonesia), Darmo Kondo (Boedi Oetomo), Oetoesan Hindia (Sarekat Islam), Het Tijdschrift dan De Express (Indische Partij).

Organisasi Pergerakan Nasional

Organisasi pergerakan nasional merupakan salah satu bentuk perjuangan yang menampung aspirasi tokoh pergerakan dengan kerjasama dan strategi yang berbeda. Hal ini untuk mengurangi jumlah korban jiwa, mencari kelemahan tanpa perlu kecurigaan.


 Mereka menggunakan cara radikal dan moderat. Radikal adalah sikap tegas yang tak mau kerjasama dengan Belanda (koperatif). Moderat adalah mau ‘bekerja sama’ dengan Belanda (kooperatif). ‘Bekerja sama’ maksudnya adalah seolah-olah mau bekerja namun hanya untuk kepentingan sepihak. Bukan kepentingan dua pihak. Selain radikal dan moderat, ada pula organisasi bersifat etnik. Seperti Jong Ambon, Jong Pasundan, Serikat Pasundan.


Indische Partij (1912-1913) yang bertujuan mempersatukan seluruh bangsa dan capai Indonesia merdeka juga  merupakan organisasi bersifat etnik dan diketuai E.F.E Douwes Dekker. Perhimpunan Indonesia (1908-1930) yang bertujuan Indonesia merdeka merupakan organisasi bersifat radikal dengan dipimpin oleh Sultan Kesayangan.


Selain itu, Petisi Sutardjo (1930) yang bertujuan memberikan otonomi kepada Indonesia, Muhammadiyah (1912-sekarang) yang bertujuan memurnikan kembali Islam dan memadukan sistem pendidikan Barat dengan pesantren serta diketuai K.H Ahmad Dahlan, Nahdatul Ulama (1926-sekarang) yang menentang kaum Wahabi,  Budi Wanito, Wanito Utomo, Wanito Mulyo dan Organisasi Wanita Taman Siswa merupakan organisasi bersifat keagamaan dan wanita.


Masih ada pula organisasi lainnya yang ada dengan tujuan yang sama, seperti Sarekat Islam (1911), PKI (ISDV), PNI, Gerindo. Orang-orang yang berada di dalam partai ini dianggap mempunyai rasa perjuangan yang lebih.


Kesimpulan: Jadi, walaupun cara politik sudah dilakukan oleh bangsa Indonesia, bangsa ini dianggap gagal. Karena, Indonesia baru mendapat kemerdekaan di masa penjajahan Jepang, bukan Belanda. 


Sumber: 

  1. Prawoto, M. Pd., Drs., Sugiharsono, M. Si, Dr., Sugiharyono, M.Si., Drs. 2012. IPS Terpadu 2 untuk SMP Kelas VIII. Bogor: Quadra.
  2. rintawriteitall.wordpress.com/2010/02/08/faktor-ekstern-dan-intern-yang-mempengaruhi-pergerakan-nasional-indonesia
  3. Rogers Pakpahan, Losina Purnastuti, Aman, Ignatius Kingkin T. 2010. BSE IPS untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: PT. Grasindo.
  4. Wikipedia: Ensiklopedia Bebas, id.wikipedia.org

Menganalisis Novel Remaja Terjemahan

Gambar 1.1 Sampul Depan Sarjana Misterius (Google.com)

Judul novel: Lima Sekawan: Sarjana Misterius

Pengarang novel: Enid Blyton

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Pemegang hak cipta asli: Enid Blyton (Penerbit: Chorion Rights Ltd.)

Pemegang hak cipta edisi Indonesia: PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 1981

Penerjemah edisi Indonesia: Agus Setiadi

     Bagian mana yang menunjukkan novel tersebut laris/tidak ?

Bagian yang menunjukkan novel tersebut laris/tidak adalah bagian cetakan ke-2. Artinya, novel ini telah dicetak sebanyak 2 kali.

   Analisislah unsur intrinsik dari novel yang kalian baca!

a.   Tema novel: Misteri dan Petualangan

b.   Tokoh protagonis 1: Timmy

Watak:penurut

Bukti kalimat:

Ia (George) langsung memerintahkan, “Timmy kemari ! Selama kita berada di lapangan ini, kau harus dekat terus padaku, ya! Mengerti?” Timmy menggonggong sekali, lalu merapatkan diri pada George. Hidungnya dekat sekali ke tumit anak itu, sehingga berulang kali tersenggol. (hlm. 67)

Cara pengarang menggambarkan tokoh: analitik


Tokoh protagonis 2: Anne

Watak: tenang dan pendiam

Bukti kalimat:

Sebetulnya ia (Ayahnya George) ingin sekali George tidak bewatak seperti dia sendiri, melainkan lebih mirip Anne, keponakannya yang selalu tenang dan pendiam. (hlm. 8-9)

Cara pengarang menggambarkan tokoh: langsung


Tokoh protagonis: George

Watak: berani

Bukti kalimat:

“Kami sama sekali tidak capek!” tukas George tersinggung. “Kau pernah mendengar aku mengatakan aku capek, Julian?” (hlm. 70)

Cara pengarang menggambarkan tokoh: dramatik


Tokoh protagonis 4: Julian

Watak: peka terhadap sekitar

Bukti kalimat:

Julian cepat-cepat menoleh ke belakang, karena merasa ada yang memperhatikan secara sembunyi-sembunyi. (hlm. 71)

Cara pengarang menggambarkan tokoh: analitik


Tokoh protagonis 5: Dick

Watak: kurang berhati-hati dalam menjaga barang

Bukti kalimat:

Sesaat ia (Anne) hendak menyuruh Dick ke sungai untuk mencuci barang-barang yang habis dipakai sarapan. Tapi kemudian tidak jadi. Dick kurang hati-hati dalam mencuci piring dan barang-barang itu bukan milik mereka. (hlm. 18)

Cara pengarang menggambarkan tokoh: langsung


c.       Alur: maju

Tahapan alur                             

·         Pengenalan cerita:

George sudah dua minggu berada di rumahnya karena sakit. Ia ingin pergi bersama Julian, Anne, dan Dick. Ia ingin pergi ke Puri Faynights. Ibunya memperbolehkannya untuk pergi ketika keadannya membaik dari sakit. Ia pergi bersama anjing kesayangannya, Timmy.


Esoknya, George naik kereta ke Faynights dan saudaranya sudah menanti di sana. Untungnya, George sudah mengirim kartu pos kepada saudara-saudaranya. Setelah berkumpul, mereka membeli es krim di toko wanita gemuk. Wanita itu memiliki informasi bahwa akan ada pasar malam yang diselenggaran. Apalagi, lokasinya berdekatan dengan tempat parkir karavan mereka.

·         Awal konflik:

Ketika di desa, Julian membeli koran untuk melihat ramalan cuaca. Lalu, tertulis kabar bahwa ada dua ilmuwan yang hilang. Mereka ingin menyelidiki dua ilmuwan, Derek Terry-Kane dan Jeffry Pottersham yang menghilang secara misterius saat mereka berlibur musim semi. Mereka dianggap sebagai pengkhianat negara dan bersedia membocorkan banyak percobaan yang bisa membahayakan nyawa banyak orang. Sebelumnya, Julian sempat menanyakan mengenai kabar Paman Quentin (ayah George) apakah beliau ada atau menghilang hingga membuat Bibi Fanny (ibu George) kaget. Julian hanya memastikan saja.

·         Menuju konflik:

Sesampainya mereka kembali dari jalan-jalan, mereka melihat beberapa karavan lain yang sudah terparkir di sekitar karavan mereka. Rupanya, mereka adalah orang-orang pasar malam. Sayang, apa yang mereka bayangkan dengan kenyataan berbeda. Mereka tidak mau diganggu oleh Lima Sekawan. Saat perkenalan, Timmy menggongong di dekat sebuah kotak yang ternyata berisi ular sanca besar. Pemilik ular tersebut marah-marah agar mereka tidak mendekati karavan mereka lagi. Mereka juga bertemu Pak Karet, si manusia karet. Adapun karavan lain yang dihuni oleh Bufflo dan Skippy. Mereka tak sabar menanti karavan-karavan lain.


Hari berikutnya, karavan-karavan lainnya tiba. Seusai sarapan, Anne dan George pergi ke desa untuk berbelanja dan mereka pergi bersamaan dengan ketiga wanita dari kelompok orang pasar malam, sedangkan Julian dan Dick berkeliling untuk bertemu dan menyapa orang pasar malam. Mengejutkan, mereka tidak seperti yang Julian dan Dick pikirkan. Mereka malah diperingatkan agar menjauh dari lokasi karavan pasar malam. Padahal, Lima Sekawan dahulu yang tiba dahulu di tempat itu. Julian pun hampir marah, namun mereka akhirnya meninggalkan orang-orang pasar malam.


Mereka pergi ke dermana untuk mengobrol dengan nelayan yang ramah, tidak seperti orang pasar malam. Menjelang sore, mereka kembali ke karavan mereka dengan berjalan kaki, dan terkejut karena karavan mereka hilang. Mereka menanyakan ke Pak Alfredo, tetapi ia menyuruh menanyakan ke orang lain. Akhirnya mereka menemukan karavan di bawah lapangan. Mereka harus meminjam kuda untuk dibawa kembali. Keesokan harinya, mereka bertemu dengan Jo – si anak gelandangan. Rupanya Pak Alfredo merupakan pamannya. Ia memiliki banyak kenalan orang sirkus, karena orang tuanya bekerja sebagai pemain sirkus. Pak Alfredo yang awalnya kesal menjadi menyambut mereka. George sebenarnya iri terhadap Jo, namun Jo banyak membantunya.  

Malam hari pun tiba, Paman Alfedro membuat pertunjukan menelan api bagi kelima sekawan tersebut. Mereka pun terkagum-kagum dengannya. Belum lagi, Jo yang memegang ular sanca tanpa ketakutan sama sekali.

·         Puncak konflik:

Esoknya, mereka melihat penampakan di Puri Faynights melalui teropong ketika mengunjungi Puri Faynights. Padahal, tangga yang berada di sana sudah rutuh – tak seperti yang mereka kira. Mereka pun mencari cara untuk sampai ke sana dan mulai menyelidikinya. Mungkin, itu hanya pembiasan cahaya. Apalagi ada dugaan kuat bahwa kedua sarjana yang hilang itu tak meninggalkan jejak sama sekali. Mereka bertanya kepada nenek tua dan ia menjawab bahwa seminggu yang lalu ada dua orang dari kantor Perhimpunan Kelestarian Bangunan-bangunan Kuno datang. Setelah di cek, rupanya kejadian itu berlangsung dua tahun yang lalu.

·         Penyelesaian            :

Mereka pun kembali melihat sesosok wajah dari teropongnya, malamnya mereka pun datang ke Puri. Mereka menemukan sebuah lorong rahasia dan menemukan penjahat yang tinggal di menara tersebut. Bahkan, mereka dipergoki olehnya. Tapi, mereka selalu punya ide untuk meloloskan diri.

d.   Latar

Latar tempat 1: Puri Faynights

Bukti kalimat : ” Aduh, ayahmu itu memang keterlaluan ! Paling sedikit sudah tiga kali aku bercerita padanya tentang Puri Faynights, di mana saudara-saudara sepupuku kini berada… ” (hlm. 6)

Latar tempat 2: Stasiun Kirrin

Bukti kalimat  : “Ya, George. Kau akan kuantarkan ke Stasiun Kirrin, dan disitu kau naik kereta pukul sepuluh empat puluh,” kata Ibu. (hlm 7)


Latar waktu 1: Paskah

Bukti kalimat: “Betul! Ia beserta keluarganya kalau liburan Paskah dan pada musim panas, biasa pergi berkemah dengannya,” kata Julian. (hlm. 25)

Latar waktu 2: Malam

Bukti kalimat : Hari sudah mulai gelap, ketika mereka akhirnya sampai dekat pintu pagar lapangan tempat karavan mereka. (hlm. 70)


Latar suasana 1: cemberut

Bukti kalimat   : George tidak pernah mau tahu apabila disapa dengan sebutan Georgina. Karena itu ia cuma membuang muka sambil cemberut, walau sebetulnya ingin sekali menjawab. (hlm. 3)

Latar suasana 2: merasa tidak diterima

Bukti kalimat  : “Kaum kami (orang-orang di pasar malam) tidak bisa cocok dengan kaum kalian,” kata orang itu bersikeras. “Kami tidak suka jika kalian ada di sini – begitu pula halnya dengan karavan-karavan mentereng yang di sana itu,” katanya lebih lanjut, sambil menuding ke ketiga karavan modern yang ditaruh di salah satu sudut lapangan. “Lapangan ini sudah selalu menjadi tempat kami.”

e.    Amanat/Pesan

Pesan tersirat: Janganlah kita membeda-bedakan orang. Karena semua orang itu sama.

Pesan tersurat: “Kami sama sekali tidak capek!” tukas George tersinggung. “Kau pernah mendengar aku mengatakan aku capek, Julian?” (hlm. 70) à Janganlah kita cepat tersinggung, karena bisa menyebabkan kita menjadi sombong.

f.     Sudut pandang: orang ketiga

Alasannya: Karena dalam buku hanya disebutkan nama kelima tokoh.


  Tuliskan 2 hal yang menarik dari novel yang kamu baca!

2 hal yang menarik dari novel:

a.      Kelima sekawan memakai karavan menuju Puri Faynights.

b.      Lima Sekawan memiliki binatang yang patuh kepada mereka.

  Apa yang membedakan antara novel remaja Indonesia dengan novel remaja terjemahan? Jelaskan! (1)

Hal yang membedakan antara novel remaja Indonesia dengan novel remaja terjemahan adalah budayanya. Dalam cerita ini, orang tua George menyebutkan dirinya dengan kata ‘aku’ agar terkesan lebih akrab, sementara novel remaja Indonesia memiliki nama panggilan ‘bapak’ atau ‘ibu’ untuk orang tuanya.

Tuliskan relevansi isi novel dengan kehidupan sehari-hari! (2)

a)   Relevansi 1: Ada banyak orang yang memiliki sifat yang mudah kesal terhadap orang lain.

b)      Relevansi 2: Teman bisa membantu ketika kita membutuhkan.

   Tuliskan sinopsis dari novel yang kamu baca!

     Novel ini berkisah tentang petualangan Lima Sekawan menyelidiki sarjana misterius yang hilang. Awalnya, George sudah dua minggu berada di rumahnya karena sakit. Ia ingin pergi bersama Julian, Anne, dan Dick. Ia ingin pergi ke Puri Faynights. Ibunya memperbolehkannya untuk pergi ketika keadannya membaik dari sakit. Ia pergi bersama anjing kesayangannya, Timmy.


Esoknya, George naik kereta ke Faynights dan saudaranya sudah menanti di sana. Untungnya, George sudah mengirim kartu pos kepada saudara-saudaranya. Setelah berkumpul, mereka membeli es krim di toko wanita gemuk. Wanita itu memiliki informasi bahwa akan ada pasar malam yang diselenggaran. Apalagi, lokasinya berdekatan dengan tempat parkir karavan mereka.


Ketika di desa, Julian membeli koran untuk melihat ramalan cuaca. Lalu, tertulis kabar bahwa ada dua ilmuwan yang hilang. Mereka ingin menyelidiki dua ilmuwan, Derek Terry-Kane dan Jeffry Pottersham yang menghilang secara misterius saat mereka berlibur musim semi. Mereka dianggap sebagai pengkhianat negara dan bersedia membocorkan banyak percobaan yang bisa membahayakan nyawa banyak orang. Sebelumnya, Julian sempat menanyakan mengenai kabar Paman Quentin (ayah George) apakah beliau ada atau menghilang hingga membuat Bibi Fanny (ibu George) kaget. Julian hanya memastikan saja.


Sesampainya mereka kembali dari jalan-jalan, mereka melihat beberapa karavan lain yang sudah terparkir di sekitar karavan mereka. Rupanya, mereka adalah orang-orang pasar malam. Sayang, apa yang mereka bayangkan dengan kenyataan berbeda. Mereka tidak mau diganggu oleh Lima Sekawan. Saat perkenalan, Timmy menggongong di dekat sebuah kotak yang ternyata berisi ular sanca besar. Pemilik ular tersebut marah-marah agar mereka tidak mendekati karavan mereka lagi. Mereka juga bertemu Pak Karet, si manusia karet. Adapun karavan lain yang dihuni oleh Bufflo dan Skippy. Mereka tak sabar menanti karavan-karavan lain.


Hari berikutnya, karavan-karavan lainnya tiba. Seusai sarapan, Anne dan George pergi ke desa untuk berbelanja dan mereka pergi bersamaan dengan ketiga wanita dari kelompok orang pasar malam, sedangkan Julian dan Dick berkeliling untuk bertemu dan menyapa orang pasar malam. Mengejutkan, mereka tidak seperti yang Julian dan Dick pikirkan. Mereka malah diperingatkan agar menjauh dari lokasi karavan pasar malam. Padahal, Lima Sekawan dahulu yang tiba dahulu di tempat itu. Julian pun hampir marah, namun mereka akhirnya meninggalkan orang-orang pasar malam.


George mendapat kiriman surat dari ibunya. George dan kawan-kawannya akan membacanya seusai makan siang. Bibi Fanny melalui suratnya mengatakan bahwa Paman Quentin terus marah-marah setelah mendengar kabar tentang menghilangnya dua sarjana yang salah satunya merupakan rekan kerjanya. Karena hari sedang cerah, mereka memutuskan pergi ke pantai dengan menggunakan bus.


Mereka pergi ke dermana untuk mengobrol dengan nelayan yang ramah, tidak seperti orang pasar malam. Menjelang sore, mereka kembali ke karavan mereka dengan berjalan kaki, dan terkejut karena karavan mereka hilang. Mereka menanyakan ke Pak Alfredo, tetapi ia menyuruh menanyakan ke orang lain. Akhirnya mereka menemukan karavan di bawah lapangan. Mereka harus meminjam kuda untuk dibawa kembali. Keesokan harinya, mereka bertemu dengan Jo – si anak gelandangan. Rupanya Pak Alfredo merupakan pamannya. Ia memiliki banyak kenalan orang sirkus, karena orang tuanya bekerja sebagai pemain sirkus. Pak Alfredo yang awalnya kesal menjadi menyambut mereka. George sebenarnya iri terhadap Jo, namun Jo banyak membantunya.


Malam hari pun tiba, Paman Alfedro membuat pertunjukan menelan api bagi kelima sekawan tersebut. Mereka pun terkagum-kagum dengannya. Belum lagi, Jo yang memegang ular sanca tanpa ketakutan sama sekali.


Esoknya, mereka melihat penampakan di Puri Faynights melalui teropong ketika mengunjungi Puri Faynights. Padahal, tangga yang berada di sana sudah rutuh – tak seperti yang mereka kira. Mereka pun mencari cara untuk sampai ke sana dan mulai menyelidikinya. Mungkin, itu hanya pembiasan cahaya. Apalagi ada dugaan kuat bahwa kedua sarjana yang hilang itu tak meninggalkan jejak sama sekali. Mereka bertanya kepada nenek tua dan ia menjawab bahwa seminggu yang lalu ada dua orang dari kantor Perhimpunan Kelestarian Bangunan-bangunan Kuno datang. Setelah di cek, rupanya kejadian itu berlangsung dua tahun yang lalu.


Mereka pun kembali melihat sesosok wajah dari teropongnya, malamnya mereka pun datang ke Puri. Mereka menemukan sebuah lorong rahasia dan menemukan penjahat yang tinggal di menara tersebut. Bahkan, mereka dipergoki olehnya. Tapi, mereka selalu punya ide untuk meloloskan diri. 


NB: Bila ingin membaca versi e-book-nya, boleh klik Novel 5 Sekawan 21 Judul Lengkap

Terima kasih juga kepada https://koleksinovelku.wordpress.com