Pulang Bareng Sensei

Pulang Bareng Sensei
Dibuat di Canva

Kejadiannya sih cuma sebentar, tapi aku mau ceritain pengalaman ini.

Kamis, 16 November 2017 adalah salah satu hari yang paling melelahkan. Hari itu, aku harus mengumpulkan tugas ke guruku. Aku mengumpulkan tugas itu di menit-menit terakhir sebelum guru tersebut pulang ke rumah.

Hari sudah menjelang maghrib dan ditambah dengan hujan, aku pulang bersama tetanggaku yang satu sekolah denganku. Kami diantar menggunakan mobil ke rumah dan di sini lah bagian cerita yang paling seru. Aku tidak hanya pulang bareng tetanggaku, tapi juga dengan guru PLH dan sensei bahasa Jepang. Rasanya seneng banget bisa satu mobil sama Ausländer*. Ini kali pertama aku pulang bareng orang Jepang. Oh ya, sensei yang mengajar di sekolahku namanya Yamamoto Mayumi. Beliau berasal dari Osaka dan pernah bekerja di kantor walikota.

Sepanjang perjalanan, aku hanya mengobrol dengan tetanggaku karena aku hanya bisa sedikit bahasa Jepang. Jadi, Mayumi sensei hanya diajak mengobrol dengan guru PLH temanku. Kalau guru PLH temanku bisa lancar ngomong bahasa Jepang. Beliau menerjemahkan beberapa kata dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia yang artinya “saya sangat terbantu” dan “saya sangat tertolong”. Wah, rasanya bangga banget liat Ausländer bisa bahasa Indonesia. Mayumi sensei juga mengucapkan banyak “terima kasih” kepada ayah tetanggaku yang mengantarkan kami ke rumah.

Sesampainya di rumah sensei, beliau turun dari mobil dan aku mengucapkan “dewa mata” yang artinya “sampai berjumpa besok” kepada sensei. Setelah turun, sensei masih menunggu di depan rumahnya sampai mobil kami tidak terlihat olehnya. Memang budaya orang Jepang seperti itu. Mereka akan masuk ke rumah setelah tamunya pergi dan tidak terlihat olehnya. Mungkin ini bisa diterapkan juga di Indonesia.

Setelah pergi dari rumah sensei, ternyata guru PLH temanku bilang kalo Mayumi sensei bisa juga bahasa Inggris, jadi tidak terlalu susah bagiku untuk berbicara dengan beliau. 🙂

Bagaimana cerita kalian kalau bisa pergi bareng Ausländer?

-Yos-

 

NB: Ausländer = orang asing. Aku lebih senang memakai kata Ausländer daripada orang asing untuk menghindari konotasi negatif dari kata “orang asing”.

Advertisements

Terima Kasih

Terima Kasih
Dibuat di Canva

Kata yang satu ini, memang sudah tidak asing. Sedari kecil, kita sudah diajari kata ini seusai kita menerima pemberian dari orang lain. Tapi, entah mengapa kita sering lupa.

Belum pernah aku menulis artikel seperti ini. Ya, artikel dengan ide cerita yang seperti ini terinspirasi dari Mbak Ida dan Mbak Ayu. Ide ini tiba-tiba muncul begitu aja dari pikiranku. Maksudku menulis artikel ini bukan berarti kalau aku akan berhenti menulis blog, karena terima kasih bukan hanya berarti sebuah perpisahan, namun itu adalah salah satu kata ajaib yang bisa membuat orang lain senang.

Mengapa senang? Ya, karena orang tersebut merasa puas dan bisa membantu kita. Misalnya, seperti yang minggu lalu aku tulis, aku kelelahan membantu teman-temanku mengerjakan tugas, padahal aku harus beristirahat. Walaupun begitu, aku merasa senang, karena mereka semua mengucapkan “terima kasih” kepadaku. Bahkan, sebagai rasa terima kasih, salah satu temanku juga memberikan aku uang Rp 5.000,00.

Terima kasih ada banyak bentuknya. Tapi, bentuk terima kasih yang paling mudah dilakukan adalah dengan berbicara. Mudah teorinya, tapi dalam kenyataannya terasa sulit. Termasuk aku sendiri.

Kok susah? Jawabannya sih karena lupa, malas ngucapinnyadan banyak faktor lainnya. Kalau aku biasanya lebih ke arah lupa.

Oh iya, terima kasih juga artinya tidak hanya merespon pemberian orang lain atau sebagai penghargaan atas jasa yang telah kita bantu. Ada juga terima kasih yang berarti mengucap syukur atas berkatNya. Kalau ini aku juga sering lupa, ya karena aku sudah terlalu seneng sama apa yang udah dikasih sampai-sampai lupa untuk bilang, “terima kasih”.

Sekian dulu ceritanya. Apakah hari ini kalian sudah mengucapkan terima kasih?

-Yos-

 

Lelah yang Menghasilkan

Lelah yang Menghasilkan
Dibuat di Canva

Hufft.., minggu ini adalah minggu yang melelahkan.

Ya, ini karena kebiasaan buruk ku, yaitu suka menunda pekerjaan. Pekerjaan rumah alias tugas yang harusnya aku kerjakan di hari Sabtu, malah aku tunda hingga hari Senin. Alhasil lelah sekali jadinya. Puncak kelelahan itu justru bukan berada di hari Senin atau Selasa, tapi puncak kelelahan itu dimulai pada hari Rabu.

Hari Rabu

Rabu kemarin memang melelahkan. Ada tugas dari guru yang mengharuskan aku untuk membuat soal sesuai perintah. Kalau aku kerjakan sendiri, ya bisa cepat selesai. Tapi, karena banyak temanku yang bertanya kepadaku, ya aku jadi kewalahan dan tidak bisa konsentrasi.

Tugas itu dikerjakan melalui komputer. Karena banyak temanku yang kurang mengerti, maka aku bantu. Nah, karena banyak yang aku bantu, maka waktuku untuk mengerjakan tugas jadi sedikit. Bukannya aku pelit ilmu atau nggak mau bantu, tapi ya, aku juga perlu waktu untuk mengerjakan tugas itu.

Sampai jam pulang, tugasku pun tak kunjung selesai. Akhirnya, aku langsung pulang ke rumah dan bela-belain untuk nggak tidur siang hanya untuk mengerjakan tugas tersebut. Puji Tuhan, tugas itu pun selesai, walaupun otak sama mata udah cape banget. Bahkan, aku sampai belum menyiapkan pelajaran untuk hari selanjutnya.

Hari Kamis

Pagi hari dimulai dengan menyiapkan buku pelajaran dan membacanya. Aku hanya membaca buku yang kira-kira akan dipelajari untuk hari itu. Sesudahnya, aku berangkat ke sekolah.

Jam demi jam berlalu. Hingga akhirnya siang pun menjelang. Aku harus membantu temanku lagi untuk mengerjakan tugas yang sama di komputer sekolah. Ya, konsekuensinya adalah, aku harus pulang sore lagi. Tapi, tak apalah. Apa salahnya membantu teman? (kecuali kalau lagi ulangan, aku sih nggak akan bantu) :).

Tapi, malamnya aku masih bisa belajar untuk hari Jumat, walaupun sudah larut malam.

Hari Jumat

Hari terakhir ini, masih ada juga dua temanku yang bingung mengerjakan tugasnya di komputer. Ya, mau tidak mau aku bantu. Tapi, ketika aku mau memakai komputer sekolah, ternyata ruangannya dipakai. Alhasil, temanku akhirnya pergi ke warnet.

Warnetnya cukup jauh dari sekolahku. Mau tidak mau aku dan kedua temanku harus jalan kaki ke sana.

Sesampainya di warnet, kedua temanku mulai mengerjakan tugas dan karena tempat komputer mereka lumayan jauh, maka aku harus bolak-balik kalau ada yang mereka tanyakan tentang cara mengerjakannya. Hampir 3 jam kami berada di warnet tersebut. Bahkan temanku membelikan gorengan untuk kami makan bersama. Ya, walaupun hanya aku yang menghabiskan semua. Tidak lupa, temanku memberikan aku uang kembalian seusai membayar biaya warnet. Aku terima-terima aja sih, karena aku memang lagi ngumpulin uang buat jaga-jaga.

Sampai di rumah, aku nonton film Shaun The Sheep: The Movie untuk mengistirahatkan pikiranku sejenak. Filmnya seru banget. Setelah menonton, harusnya aku pos artikel ini, tapi yang ada malah ketiduran saking capeknya.

Bagaimana dengan kalian? Apakah minggu ini juga melelahkan?

-Yos-

 

Drama Kegiatan Ekonomi

Narator: “Suatu hari di Junikarta, terdapat Warung Lotek Ambu Eli yang melegenda. Warung ini bahkan sudah terkenal sampai Planet Bekasi. Sang anak, Nadda, punya ide untuk menuliskan resep masakan ibunya agar orang lain bisa membuat makanan yang sama seperti yang ibunya buat.”

Nadda:   “Ambu, kita kan udah lama jualan lotek, masa kita nggak nulis resep loteknya?”

Dellia: “Atuh, Nadda, itu kan resep rahasia. Kenapa kudu dibocorin segala?”

Nadda: “Ya, supaya ada orang yang tau resep kita juga. Kan lumayan kalo ditulis bisa diterbitin jadi buku resep.”

Dellia: “Bener juga ya. Ya udah mau ditulis kapan?”

Nadda: “Sekarang aja ya, Ambu. Udah nggak sabar soalnya.”

Dellia: “Kalo gitu, bentar ya, Ambu mau nulis dulu di buku. Ambu sekalian juga mau nulis resep yang lain, siapa tau banyak yang mau bikin.” (sambil mengambil buku)

Nadda: “Oke, Ambu. I love you.”

Dellia: “I love you too.”

Narator: “Akhirnya, Ambu Eli mau menuliskan resepnya. Nadda membantu menyusunnya dalam sebuah buku resep sederhana. Buku ini hanya dibuat satu karena resepnya sangat-sangat rahasia, sehingga hanya 1 pihak saja yang bisa membelinya.”

Dellia: “Alhamdulilah, akhirnya selesai juga nulisnya.”

Nadda: “Iya ya, Ambu. Nadda baru pertama kali kaya gini soalnya.”

Dellia: “Iya Nadda, Ambu juga baru pertama kali bikin buku. Ngomong-ngomong, mau dijual ke siapa ya?”

Nadda: “Gimana kalo ke Rachma sama Yosia? Katanya mereka lagi butuh uang, mereka kan jago jual barang orang lain.”

Dellia: “Oh ya? Ya udah, besok kita anterin ke rumah Rachma.”

Narator: “Keesokan harinya, Nadda mengantarkan buku tersebut kepada Rachma.” (Nadda bertemu Rachma dan Yosia saat lagi jalan-jalan)

Nadda: “Assalamualaikum Rachma!”

Rachma: “Walaikumsalam Nadda, tumben bisa ketemu disini?”

Yosia: “Iya Nad, lagi mau olahraga ya?”

Nadda: “Hehehe, bukan, ini mau nawarin bisnis.”

Yosia: “Wah, bisnis apa nih? Bantu jual loteknya Ambu?”

Nadda: “Ih bukan, ini, aku minta tolong jualin buku ini” (sambil menyerahkan buku)

Rachma: “Oh buku resep ya? Boleh aku lihat dulu isinya?”

Yosia: “Iya, aku juga mau liat.” (sambil melihat-lihat isi buku)

Nadda: “Sok aja. Oh ya, harga bukunya kira-kira berapa ya yang cocok?”

Yosia: “Gimana kalo harganya 50 ribu?”

Rachma: “Boleh juga idenya.”

Nadda: “Ya udah, boleh harganya segitu. Nanti kalo udah laku, untungnya bagi-bagi ya. Aku balik dulu ya, Assalamualaikum!’

Yosia: “Walaikumsalam!”

Rachma: “Eh Yos, kita mau jual ke siapa ya?”

Yosia: “Gimana kalo ke Ganis sama Desi?”

Rachma: “Oke deh.”

Narator: “Rachma dan Yosia mengunjungi rumah Ganis. Di sana terdapat Ganis, Desi, dan Seni.”

Rachma: “Assalamualaikum Ganis!” (sambil mengetuk pintu, Yosia berada di samping Rachma)

Ganis: “Walaikumsalam! Eh, ada Rachma sama Yosi, sok masuk dulu atuh!”

Yosia: “Makasih Ganis”

Narator: “Di dalam rumah, mereka berbincang-bincang dengan Ganis, Desi, dan Seni.”

Desi: “Eh, ada Yosi sama Rachma, ada apa mampir ke sini?”

Rachma: “Ini, kami mau nawarin buku ke kalian.” (sambil memperlihatkan buku)

Seni: “Emang buku apa?”

Yosia: “Buku resep masakan.”

Seni: “Oh, buku resep masakan. Ganis, nanti kita masak ya!”

Desi: “Iya, lumayan kan bisa buat ganti resep lotek kita yang kurang enak.”

Ganis: “Boleh atuh”

Desi: “Oh ya, ini yang buat Ambu Eli ya?”

Seni: “Iya Desi, coba atuh liat halaman depannya.”

Ganis: “Atuh Desi, kamu teh meuni nggak liat dulu.”

Desi: “Maaf atuh, aku kan nggak sempet liat.”

Ganis: “Rachma, ini bukunya berapa harganya?”

Rachma: “50 ribu aja.”

Desi: “Yah, lagi nggak bawa duit banyak nih.”

Seni: “Iya, aku juga”

Ganis: “Ya udah, pake uang aku dulu.” (sambil mengambil uang di saku)

Yosi: “Eleh, itu mah 1 ringgit, bukan 50 ribu, Ganis.”

Ganis: “Eh, iya lupa, maklum baru dapet kiriman uang dari Malaysia, jadi langsung simpen di saku. Ini 50 ribunya.”

Rachma: “Hehehe, nggak apa-apa. Ya udah, kami pamit dulu ya. Assalamulaikum!”

Desi: “Walaikumsalam!”

Narator: “Akhirnya, buku itu dijual dan Ganis, Desi, dan Seni bisa mencoba resep masakan Ambu Eli yang enak.”

NB: Seperti sebelum-sebelumnya, Yos’ Notes nggak cuma nampilin curhatan aja, tapi aku akan pos artikel juga tentang tugas dan resep tentunya. Salamat! 

Kegiatan Saat Sendiri

Kegiatan Saat Sendiri
Dibuat di Canva

Sendiri bukan cuma berarti kesepian dan jomblo ya. Tapi, sendiri di sini bisa berarti juga keadaan saat kita tidak sedang berada dengan orang lain. Artikel yang seharusnya ditulis minggu lalu ini mungkin bisa membantu kalian dalam beraktivitas saat sendiri. Entah, saat sendiri di rumah, kelas, bahkan kantor.

Kegiatan ini berdasarkan pemikiran aku sendiri, ya khusus kali ini, aku hanya akan bahas 3 kegiatan saat sendiri versi Yos’ Notes.

1. Nonton

33ab9-7d71f2f0-79c4-0132-1d6e-0a2c89e5f2f5
Yeah, akhirnya kita nonton film (via Bintang)

Siapa yang nggak suka nonton? Pasti semua orang suka. Mulai dari nonton film, sinetron, unboxing smartphone, bahkan sampai people watching pun masih bisa dimasukkan ke dalam topik ini.

Minggu lalu aku seneng banget karena bisa nonton 2 acara kesukaanku sekaligus. Pertama, dalam waktu sekitar 3 hari, aku bisa memnonton film PK. Kedua, akhirnya aku bisa menonton sitkom Friends di internet. Seru banget bisa ngelakuin hal ini.

N.B: Berikut adalah channel YouTube yang bisa kalian tonton. Maaf sinetronnya kebanyakan Turkisoalnya saya suka banget.

  1. Sinetron: Kiraz Mevsimi (Turki), Asla Vazgecmem (Turki), Cansu dan Hazal (Turki), dan Uttaran (India).
  2. Unboxing smartphoneBang Ripiu (Bahasa Indonesia), Arrinish (Bahasa Indonesia), Obat Gaptek (Bahasa Indonesia), Geeky Ranjit (Bahasa Inggris dan Hindi), dan PhoneBunch (Bahasa Inggris).
  3. Hiburan: Buzzfeed Video (Bahasa Inggris) dan Koplak Story (Bahasa Jawa dialek Banyumasan).
  4. Vlog: Bule Kulineran, Earls Family Vlog, Emaknya Benjamin, Felipe Valdés, Gita Savitri Devi, Korea Reomit, Londokampung, Malea Emma, Martin Johnson, Mas Bas – Bule Perancis, Mpok Rempong di Perancis, Muhamad Putera Wicaksana, Ngopi dengan Nani, Pak Martin, Pangkatenam, Quita Windiartono, Sacha Stevenson, Samuel dan Audrey – Video Wisata dan Kuliner, dan Vinaaulia.
  5. Belajar bahasa Jerman: Yvonne the Online German Tutor dan Learn German with Jenny.
  6. Senam/dans: Liveloveparty dan Saskia’s Dansschool. 

2. Baca

acdc8-2
Baca buku apa aja juga boleh (Dokumen pribadi)

Daripada ngechat sampe kuota abismending baca buku.

Membaca buku, tidak hanya dalam bentuk buku yang fisik. Buku yang fisik terkadang mahal harganya, sehingga kita jadi malas untuk membelinya. Oleh karena itu, kita juga bisa membaca buku elektronik. Banyak juga kok yang gratis.

Kalau masih males baca buku gimana?

Ya, coba aja baca artikel/cerita di koran atau di internet. Di situ juga banyak informasi yang bisa kita dapatkan juga. Berikut adalah situs yang aku sarankan untuk kalian.

  1. Membaca cerita: Kindle (ya walaupun belum pernah pakai) dan Wattpad. 
  2. Mengetahui fenomena sosial di sekitar kita: BrilioHipweeIdn Times, National Geographic, dan Buzzfeed.
  3. Membaca berita: BBC, Deutsch Welle, Australia Plus, Kompas, VOA, RBTH, dan Detik.
  4. Mencari jawaban soal: Brainly, Yahoo Answer, dan Wikipedia.

Selain situs di atas, masih banyak juga blog yang bisa dikunjungi. Mulai dari blog di WordPress, Blogger, dan masih banyak lainnya. Banyak juga kok yang akhirnya terkenal karena tulisan di blognya. Sebut saja Koko Arman dan Mbak Nella.

3. Belajar

wp-image-1574252799
Belajar yuk! (via Pixabay)

Belajar di sini nggak hanya berlaku untuk anak sekolah dan kuliah. Tapi, berlaku juga untuk semua orang. Belajar juga bukan berarti baca buku terus. Selain baca, masih ada lagi hal-hal yang bisa kita anggap sebagai belajar. Misalnya, menonton film bahasa Inggris, nyanyi lagu bahasa Jawa, dan ngobrol pake bahasa Tagalog. Atau, bisa juga coba resep enak dari internet. Ya, walaupun awalnya tidak sesuai ekspektasi, tapi setidaknya kita sudah mencoba.

Apa aktivitas yang bisa kalian lakukan di waktu sendirian?

-Yos-

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Kraton_Yogyakarta_Pagelaran
Kraton Yogya (via Wikimedia)

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat or well known as Keraton Yogyakarta is a royal palace complex located in Yogyakarta City. This palace is used by Sultan of Yogyakarta and his family. Keraton Yogyakarta was built by Prince Mangkubumi in 1755-1756. The building of Keraton use Javanese architechture. The building which is covered by wall called Gedhong while the building isn’t covered by wall called Bangsal.

Kraton use Joglo architectural and have many building for many purposes. The roof of Joglo is trapezoid dan each building have pillar which called by Soko Guru. In there, you can find calligraphy and all of the building was built by Javanese philosophy. Kraton Yogyakarta have some cultural performances, like Gamelan, Wayang Performance, and Wayang Orang Performance. This building used many wood colour on each pillars.

In the complex of Kraton, you can also find Taman Sari, Alun-alun Lor, Alun-alun Kidul, and Masjid Gedhe Kasultanan. Taman Sari is a recreation area which contain a pool for Sultan. Alun-alun Lor and Alun-alun Kidul are the place is used by folks. Alun-alun Lor have 2 ficus trees and known by the myth. If you can pass the tress with close eyes, your dream will be come true.

Source

  1. Wikipedia Editor. (2015, February 24). Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Kraton_Ngayogyakarta_Hadiningrat
  2. Wikipedia Editor. (2007, August 13). Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Ngayogyakarta_Hadiningrat

Curhatan Blogger

Curhatan Blogger
Dibuat di Canva

Sebenernya, aku sudah lelah saat menulis ini. Tapi, karena masih ada ide, aku akan menulis artikel baru.

Selamat malam Bandung!

Setelah membaca artikelnya Mbak Irni tentang Curhatan Blogger “Tua”, aku langsung kepikiran juga untuk melakukan hal yang sama. Tapi, versi Yos yang pastinya. Sebelumnya, aku mau memperkenalkan diri dulu. Nama asliku Yosia, tapi untuk nama blognya ku tulis menjadi Yos’ Notes agar orang-orang mudah mengunjungi blogku 🙂 .

Awal mula

Beranda Blognya Yosia
Blognya Yosia, awal mula perjalanan Yos’ Notes di Blogger (Dokumen pribadi)

Aku mulai ngeblog 14 Februari 2015 bertepatan dengan Hari Valentine. Mungkin kebetulan aja aku milih tanggalnya segitu. Awal-awalnya aku pos artikel tentang resep makanan dan tugas sekolah yang numpuk di folder. Waktu itu aku juga sempat pos gambar tentang Kota Stockholm tanpa menyantumkan sumber. Untungnya, pos itu udah aku hapus, kalo nggak, bisa bahaya. Ya, 2 tahun yang lalu aku memang belum faham sama blog, yang penting asal pos artikel aja.

Oh ya, kalau kalian yang mengikuti Fanspage di Facebook, pasti kalian akan melihat kalau blog ini dibuat sejak tahun 2014. Sebenarnya, yang tahun 2014 itu baru ketika aku buat akun WordPress tanpa pos artikel sama sekali, sedangkan aku memulai kegiatan blog di Blogger. Jadi, pada saat itu, aku punya akun WordPress yang tidak terpakai dan akun Blogger sekaligus.

4 Agustus 2017, aku bermigrasi ke WordPress dengan akun lamaku yang telah dibiarkan selama hampir 3 tahun. Menurutku, WordPress itu lebih bagus daripada Blogger. Walau kenyataanya, banyak fitur di WP yang lebih susah diubah dibandingkan dengan Blogger. Tapi, tak apalah.

Teman Blogger

ed509-west-826947_1280
Teman (via Pixabay)

Sewaktu aku masih di Blogger, aku sudah berteman dengan beberapa blogger yang diantaranya adalah guruku sendiri. Waktu awal-awal, aku belum mengenal istilah blogwalking. Padahal, artinya kita hanya berkunjung ke blog orang lain dan berkomentar di situ. Tapi, aku merasa cara ini hanya untuk menambah pengunjung saja. Kalau artikelnya tidak pernah dikomentari. Alhasil, aku jadi sedih.

Waktu liat blognya Koko Zilko, Mbak Mariska, dan Mbak Nella yang udah pake WordPress, aku merasa iri karena pengunjung yang komentar di blognya banyak. Itulah mengapa, aku memberanikan diri untuk pindah ke WP. Mbak Nella adalah pengikut pertama blogku di WP. Rasanya senang sekali. Dari blog Mbak Nella, aku bisa kenal banyak blogger di luar sana. Mulai dari Koko Arman di AS, Cici Inly di Selandia Baru, Mbak Deny di Belanda, dan masih banyak lagi.

Waktu pun berlalu, selain berteman dengan temannya Mbak Nella, blogku diikuti Mbak Ida dan Mbak Ayu. Selain bisa berteman, aku juga jadi faham cerita mereka.

Lain-lain

Sejak pindah ke WP juga, aku jadi sering blogwalking ke banyak situs. Ya, sekalian bisa mengenal lebih dekat juga dengan pemilik blognya. Kalau blogwalking pakai WP lebih enak, karena kita bisa mendapat notifikasi langsung dari blog yang kita komentari.

Boleh dibilang, jadi blogger itu susah-susah gampang. Karena aku harus meluangkan waktu malam untuk buat artikel, mikirin ide untuk jadi bahan artikel, rajin blogwalking ke blog lain berharap supaya pengunjung blogku naik, promosi di Facebook dan Line, dan tentunya mengajak teman-teman untuk jadi penulis tamu. Walaupun poin terakhir yang aku sebut adalah yang paling susah, karena aku nggak ngerti cara untuk menambahkan teman jadi penulis tamu, tapi setidaknya, aku sudah pernah meminta temanku untuk mengirimkan idenya dan aku yang menulis artikelnya.

Bagaimana cerita kalian?

-Yos-