Sampai di Kebumen

Sampai di Kebumen
Dibuat di Canva

Pengalaman liburan ke Kebumen ini adalah yang kedua yang aku pos di blog ini. Sebelumnya, bisa dibaca di siniSebenernya, tradisi mudik ke Kebumen udah aku lakukan sejak aku masih kecil. Mungkin waktu itu sekitar taun 2003. Dulu pulangnya cuma setaun sekali, tapi sejak taun 2010, aku pulang tiap liburan semester.

Karena aku belum banyak ambil foto baru di sini, jadi aku akan bahas kenapa aku liburan di sini.

Kebumen_karten
Peta Kebumen (via Google Maps)

Saat ini aku berada di Kebumen Kota, ibukota Kabupaten Kebumen. Aku menginap di rumah nenekku. Karena aku berasal dari suku Jawa, jadi aku memanggil nenek dengan sebutan mbah/eyang. Kedua orang tuaku berasal dari sini, dan mereka pernah satu SMA, tapi hanya berbeda 2 tahun. Mereka dulu sekolah di SMAN Kebumen (sekarang jadi SMAN 1 Kebumen). Ayahku lulus sekitar taun 1982, sedangkan Ibunda lulus sekitar taun 1984.

Sekarang hanya eyang putri (nenek) saja yang masih ada di sini (maksudku Ibu dari Ayahku dan Ibunda), sementara kedua eyang kakungku (kakek) sudah meninggal dunia. Eyang kakung dari Ayah meninggal taun 1997 dan eyang kakung dari Ibunda meninggal taun 2010.

Oh ya, langsung ke intinya. Jadi, kenapa aku ada di Kebumen? Ya, karena ini adalah tujuan liburan semesterku. Aku akan ada di sini dari tanggal 18 Desember 2017-1 Januari 2018. Apa yang menarik dari sini? Banyak!

Kebumen banyak potensi wisatanya, tapi ya untuk beberapa tempat keadaannya kurang bagus dan khusus pantainya -karena berada di Selatan Jawa- kadang terjadi badai. Mungkin 4-5 taun yang lalu aku pernah main ke Pantai Suwuk. Hari itu mungkin lagi nggak baik, karena baru beberapa jam aku main ke sana, eh taunya udah hujan badai lagi. Padahal, aku sama saudaraku baru aja bikin gunung pasir.

Pantai-Suwuk-Kebumen
Gerbang Pantai Suwuk (via Tempat Wisata Seru)

Selain pantai, aku juga sering mampir ke Alun-Alun Kebumen. Alun-alunnya cukup luas dan banyak pedagang di sini. Aku, adik, dan Ayah sering sarapan bubur di sini. Tapi, kata bakul bubur -yang merupakan bakul langgangan kami-, sudah sebulan ini Satpol PP patroli di sekitar sini. Bakul-bakul ini hanya boleh berjualan pagi dari jam 6-9, setelah itu mereka akan diusir. Jadi, kami nggak bisa jajan-jajan lagi setelah jam 9 😦 .

landskap-Kebumen-640x360
Alun-alun Kebumen (via Kebumen News)

Aku juga pernah pergi ke Pantai Ayah serta Gua Jatijajar. Letak kedua tempat wisata ini tidak begitu jauh. Kedua tempat wisata ini terletak di barat Kabupaten Kebumen. Ada juga Jembangan Wisata Alam atau biasa disingkat JWA. Di JWA ini kita bisa menemukan restoran yang dibangun di atas waduk. Bagus banget deh pemandangannya.

Jembangan (Desember 2015) #latepost #dam #jembangan #canon #ixus135

A post shared by Yosia Adyasta (@yosadya) on

Selanjutnya, setelah tempat wisata, kita akan bahas makanan. Kalo kesukaanku adalah Sate Ambal. Menurutku, sate ini lebih enak daripada Sate Madura karena tekstur dagingnya yang lebih lembut dan rasanya lebih enak. Aku beli sate ini biasanya di Warung Sate Ambal Pak Alip, dekat SMP Negeri 5 Kebumen.

Sate Ayam Pak Alip
Tempat Sate Ambal Pak Alip (via Google Street)
Sate_Ambal
Sate Ambal yang maknyuss tenan (via Wikipedia)

Ya, itulah ceritaku liburan di Kebumen. Bagaimana ceritamu?

-Yos-


#YosiaInKebumen 2017-18:

  1. Sampai di Kebumen
  2. Selamat Natal
  3. Sehari Jalan
  4. Akhir dan Awal Tahun
Advertisements

Dua Minggu Ini

Dua Minggu Ini
Dibuat di Canva

Es tut mir leid*  kalau beberapa hari ini nggak pos artikel. Dua minggu ini (3-16 Desember 2017) adalah minggu-minggu tersibuk dan aku hampir susah ngendaliin waktu. Jadi, baru sempet pos kehidupan dua minggu itu sekarang.

Minggu Pertama (3-9 Desember 2017)

Minggu ini adalah minggu tersibuk yang aku jalani, walaupun tidak sesibuk minggu-minggu saat masih ada pelajaran di kelas.

Tanggal 5-9 Desember 2017, terdapat pertandingan futsal di sekolahku. Ya, sebenernya aku nggak suka sama futsal, entah kenapa. Tapi, karena cowok yang ada di kelasku hanya ada 9 orang, jadi semua cowok ini harus main. Banyak temanku yang hanya bisa mengikuti pertandingan di hari pertama karena banyak yang kelelahan. Alhasil, kelasku tidak bisa mengikuti pertandingan di hari selanjutnya. Hari ketiga sampai hari terakhir, aku dan temen-temenku hanya main game di laptop. Game yang dimainin adalah Microsoft Solitaire Collection, Candy Crush Saga, dan Sims 3.

(Bukan) rumah Sims saya.. #sims3

A post shared by Yosia Adyasta (@yosadya) on

Tanggal 7 Desember 2017, aku dan temanku ikut Natal Stephen Tong di Sabuga. Aku mengajak temanku yang beragama Katolik untuk ikut ke sana. Aku jadi merasa bersalah mengajaknya ke acara itu, karena setauku, orang Katolik tidak boleh merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember. Puji Tuhan, Natal yang kali ini tidak diganggu seperti tahun lalu. Sebelumnya, Ibunda tidak mengizinkan aku ikut ke situ, karena khawatir peristiwa tahun lalu terulang lagi, tapi karena diharuskan oleh guru agamaku supaya bisa memperbaiki nilai UAS Agama yang anjlok, jadi aku diperbolehkan Ibunda.

Masih dalam suasana Natal, tanggal 9 Desember 2017, aku pergi ke Natal SMAN 2 Bandung. Natal kali ini diadakan di Hotel Grand Tjokro. Aku berangkat sendiri. Di sana aku bertemu temen SMP-ku (dan juga mantan kecengan temen). Aku nonton drama yang seru dan tentunya dapet doorprize bantal leher! Ya, bantal leher ini adalah keinginanku sejak lama dan baru bisa terwujud sekarang. Pulangnya, aku bersama temenku yang lain naik Uber ke rumahIni adalah kali pertama aku naik Uber. Selama ini, aku lebih sering pake angkot untuk pergi ke banyak tempat. Untungnya, supir Uber yang kami dapet, orangnya ramah dan mobilnya nyaman buat dinaikin.

Minggu kedua (10-16 Desember 2017)

Tanggal 11 Desember yang lalu aku berulang tahun ke-16 dan temanku membuatkan meme untukku. Ulang tahun ini nggak ada yang spesial, tapi aku merasa umur 16 ini adalah umur yang bisa dibilang sebagai umur peralihan dari remaja awal ke remaja akhir. Aku merasa lebih sering tersinggung dan gampang banget untuk baper (bawa perasaan).

Di minggu ini pula aku selesai mengumpulkan tugas-tugas sekolah yang seharusnya bisa aku kumpulkan minggu sebelumnya. Mulai minggu ini, seharusnya aku udah bisa libur sebelum bagi rapot, tapi karena aku takut diabsen, jadi aku masuk terus, walau hanya sebentar.

Tanggal 14 Desember, aku beres-beres lukisan di aula untuk pameran. Ya, walaupun pamerannya sepi sihMalemnya, aku latihan untuk Natal di Gereja. Tiba-tiba, aku dikasih tau kalo aku bakalan dapet penghargaan dari sekolah. Seneng banget rasanya.

Tanggal 15 Desember, akhirnya aku bagi rapot dan aku dapet rangking satu di kelas. Ini adalah kali pertama aku dapet rangking satu. Tapi, sebenernya aku biasa aja rasanya. Soalnya, walaupun aku rangking satu, tapi masih ada nilai pelajaran 69 (Walaupun nilai minimalnya 68). Sejak aku liat rapot dan ada nilai 69, aku sebel banget. Masa rangking satu ada nilai 69-nya? 🙂 . Malemnya, aku nyanyi di Gereja dan pulang dengan keadaan yang sangat melelahkan.

Bagaimana dengan minggu-minggu kalian?

-Yos-

NB: Es tut mir leid artinya “Saya minta maaf”.

Suka Makan Urap Singkong

Suka Makan Urap Singkong
Dibuat di Canva

Setelah sekian lama nulis artikel yang panjang-panjang, akhirnya bisa juga nulis artikel yang pendek. Minggu ini dan minggu depan aku akan lebih rajin nulis artikel supaya bisa sampai artikel ke-100, yang berarti aku harus nulis 3 artikel lagi untuk itu.

Kembali ke laptop, eh maksudnya cerita. Sesuai dengan judulnya, kali ini aku akan cerita kenapa aku tiba-tiba jadi suka makanan ini. Jadi, entah udah beberapa minggu yang lalu, ada bakul* yang jualan urap. Urap yang dijual mas-mas tersebut ada banyak jenis. Ada urap jagung, urap sampeu (bahasa Sunda: singkong), dan urap taleus (bahasa Sunda: talas).

Sebenernya, aku lebih suka urap taleus, karena tekstur talas lebih lembut dan lebih mudah dicerna (alias makannya bisa lebih cepet). Tapi, karena talas di Bandung itu termasuk barang yang lumayan susah dicari, jadi mau nggak mau makan urap sampeu. Ya, walaupun “terpaksa” makan urap sampeu, tapi kalo sampeu itu udah pake kelapa parut, rasanya delicioso lah.

Karena bakulnya juga jarang lewat depan rumah, jadi Ibunda sering buatin urap sampeu untukku. Ya, walaupun potongan singkongnya nggak sekecil yang dijual mas-mas itu, tapi setidaknya bisa jadi cemilan sebelum makan besar. Kadang juga, aku sampe nggak makan nasi karena wareg (bahasa Jawa: kenyang) banget.

Apakah makanan kesukaan kalian?

-Yos-

NB: Bakul dalam bahasa Jawa berarti pedagang. Aku pakai kata ini karena dirasa lebih cocok dibanding kata mang-mang (sebutan untuk pedagang laki-laki di Jawa Barat).

Suka Irlandia

Suka Irlandia
Dibuat di Canva

Hai, nama aku Vivi. Aku temennya Yos. Aku mau cerita tentang keinginan aku buat pergi ke Irlandia.

Sejak masih SD dulu, Aku udah tau Irlandia, tapi belum tertarik untuk cari tau. Pas kelas 3 SMP, aku mulai suka sama salah satu grup musik asal Irlandia. Setelah itu, aku baru tertarik untuk tau banyak tentang Irlandia ini.

Kota yang paling aku suka di Irlandia adalah Dublin, karena kotanya cerah banget. Oh iya, Dublin ibu kota Irlandia loh. Di Dublin, aku ingin mengunjungi Croke Park, stadion bola di sana. Sebenarnya, aku mau ke sana bukan buat nonton bola, tapi nonton konser. 😂😂😂

croke-park-stadium
Croke Park (via Google)

Selanjutnya, aku ingin mengunjungi Sligo, yang merupakan pusat perkotaan paling besar di Provinsi Connacht setelah Galway. Kota ini kaya banget akan keindahan alam. Kita bisa lihat dari postingan Instagram Sligo.

e9a857b0decd2436effccbd55033a856--galway-ireland-irish-eyes
Galway (via Google)

Aku juga ingin mempelajari bagaimana pemerintah Sligo mengatur kotanya hingga jadi sebagus itu. Jika cita-cita aku jadi walikota Bukittinggi tercapai, aku akan terapin cara pemerintah Sligo mengatur kotaya sehingga Bukittinggi bisa sebagus Sligo, walaupun Bukittinggi hanya kota kecil.

Oke sekian dulu ya, kapan-kapan aku nulis lagi

Salam kenal semua!

 😁😁😁

Boleh difollow: Facebook | Instagram

NB dari Yos: Yeah, akhirnya bisa ngajak temen buat bikin artikel di blogku. Ya, sebenernya aku masih penasaran sama fitur untuk guest posting. Tapi, karena aku masih belum sempet nyari-nyari lagi tentang itu, jadi aku ngajak temenku supaya dia bisa ngirim tulisannya lewat e-mail dan aku yang edit serta aku posting di blog aku. Artikel ini adalah #CeritaTeman yang kedua. Sebelumnya kalian bisa baca di sini.

Oh ya, ini yang nulis temen baru aku dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Beliau juga suka Irlandia sama seperti aku.

Popcorn Jagung

popcorn pixabay
Ilustrasi Popcorn (via Pixabay)

Makanan sejuta umat ini, pasti sudah populer di mana-mana tempat (maksudnya udah terkenal di mana aja 🙂 ). Selain pembuatannya yang tidak memakan banyak waktu, makanan ini juga disukai banyak orang, mulai dari yang muda sampai yang tua.

Buat popcorn itu sebenernya mudah kok, tapi kalau takaran minyak atau menteganya sedikit, ya hasilnya jagungnya nggak bisa mekar. Berikut adalah resep yang udah Yos coba dan berhasil.

Alat dan Bahan

Alat:

  • Panci beserta tutupnya
  • Kompor

Bahan:

  • 100 gram biji jagung
  • 8 sdm mentega (boleh diganti minyak)
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Siapkan panci di atas kompor. Siapkan juga jagung yang akan dibuat menjadi popcorn.
  2. Masukkan 8 sdm mentega ke dalam panci, kemudian nyalakan kompor dengan api sedang. Setelah meleleh, masukkan 100 gram biji jagung.
  3. Tutup panci dan sesekali goyangkan agar biji jagung terkena mentega.
  4. Biji jagung akan meletup-meletup di dalam panci.
  5. Matikan kompor dan sajikan.

NB:  Popcorn yang sudah matang bisa diberi bumbu seperti garam, atau bumbu kentang goreng. Untuk biji jagung yang akan dijadikan popcorn, sebaiknya beli yang memang khusus untuk popcorn supaya hasilnya lebih memuaskan.

IMG_5189
Biji jagung khusus popcorn (Dokumen pribadi)

Tautan Eksternal

  1. Vemale. (2015, 9 Januari). Resep Step by Step Buat Popcorn Praktis di Rumah. Diperoleh 9 November 2017, dari https://www.vemale.com/resep-makanan/77486-resep-step-by-step-buat-popcorn-praktis-di-rumah.html.

My Penpals

Post
Courtesy from Pixabay

When I was child, I imagined that I had penpals. It started at primary school. I was so very happy when I can get it. Day after day, finally I got a penpals. I thought that was happened in mid 2015. My first penpals name was Abdiel. He came from Sukoharjo, Central Java. I knew him from Facebook.

After that, I found other penpals from Greece, Turkey, and Jakarta. I only knew them from Facebook. Two years later, I found many penpals from Blogger and WordPress. They weren’t only my penpals, but also my blogger friends. They came from many countries, such as U.S.A, Germany, Netherland, Ireland, New Zealand, and Sweden. I found them when I read and commented on their blogs. I followed them too on my blog.

Their blogs so usefull for me, because I got many stories about their life and I was happy to know other people in the world.

Selamat Datang 16!

Selamat Datang 16
Dibuat di Canva

Akhirnya setelah 2 tahun lebih punya blog, baru kesampean nulis beginian.

Tanggal 11 Desember kemaren aku berulang tahun ke-16. Gak kerasa udah mau masuk umur 20 lagi 🙂 . Untuk taun  ini, aku nggak banyak permintaan. Ya, aku pengennya taun ini bisa ngerasain Natal yang berkesan lagi setelah 7 tahun berlalu. Minggu lalu aku juga udah ngikutin acara Natal yang menurut aku lumayan berkesan.

Targetku di usia ke-16 ini aku bisa ngomong bahasa lain selain Inggris, Indonesia, Sunda, dan Jawa pastinya. Ya, aku tau ini butuh perjuangan, karena aku orangnya gampang bosenKalo aku udah bosen, biasanya aku tinggalin hal itu. Makannya, aku harus mencoba lagi.

Selain itu, aku juga kepengen mengenal kebudayaan di luar negeri, terutama di kawasan Eropa dan Amerika. Jadi, mau nggak mau aku harus rajin cari di internet. Sejauh ini, aku memanfaatkan YouTube supaya bisa melihat keadaan suatu wilayah secara tidak langsung. Untuk artikelnya menyusul ya.

Baru-baru ini, aku lagi tertarik sama kebudayaan di Finlandia, jadi aku sering nonton videonya Mbak Diah Karvosenoja di Kuopio, Finlandia. Videonya menarik menurutku. Karena biasanya aku hanya menonton videonya Gita Savitri di Berlin, Jerman dan Quita Windiartono di Hamburg, Jerman. Oh ya, biasanya yang aku cari itu video orang Indonesia yang di luar negeri, jadi bisa lebih faham tentang kebudayaan di tempat tersebut.

Pertama kalinya, aku di kasih ucapan selamat ulang tahun dengan meme. Meme yang merupakan gambar dengan tulisan tertentu ini lagi tren di Indonesia dan di dunia. Yang paling terkenal di dunia ada 9GAG. Kemudian di Indonesia ada 1CAK, di Malaysia ada MGAG, dan di Singapura ada SGAG. Meme ucapan ulang tahun ini dibuatkan oleh temanku dari grup Line.

7527
Meme yang dibuatin temen.  (via Line)

Selain meme, aku juga dibuatin semacam anekdot oleh temenku yang lain. Wah, seneng deh pokoknya.

Alles gute zum Geburstag, Yos! (Selamat ulang tahun, Yos!)

Bagaimana dengan perayaan ulang tahun kalian?

-Yos-