Mengenal Karakter

Mengenal Karakter
Dibuat di Canva

Seharusnya, aku udah nulis artikel ini beberapa minggu yang lalu. Tapi, karena baru kesampean sekarang, jadi baru bisa buat.

Artikel ini ku buat setelah iseng mampir ke blognya Mbak Susleni. Salah satu artikelnya berisi tentang karakter si Om Direktur yang tidak disukai. Nah, waktu itu, aku jadi kepikiran untuk membicarakan tentang mengenal karakter.

Mengenal karakter tidak semudah yang dibayangkan. Apa yang kita lihat dari luar belum tentu sama dengan apa yang ada di dalam diri seseorang. Ini bisa dibuktikan dengan first impression. Dari sini, kita bisa menentukan bagaimana karakter seseorang juga. Ya, walaupun terkadang kurang objektif, tapi banyak orang yang menggunakan cara ini untuk berkenalan dengan orang baru. Khusus artikel ini, aku akan membahas tentang karakter guruku.

Guruku tercinta

boys-1782427_1920
Guru (via Pixabay)

SMP

Kali ini aku akan bahas beberapa guru yang menurut aku karakternya unik. Yang pertama adalah guru sejarah dan PPKN waktu SMP. Bapak guru ini hobinya mukul tangannya ke atas meja, apalagi kalau udah marah, ampun dah, bisa jantungan aku. Tapi, di balik sifatnya yang keras, ternyata beliau suka dangdut. Nggak nyangka banget bisa suka dangdut. Aku mengetahui saat perjalanan widyawisata ke Batu, Jawa Timur.

Ya, guru ini memang spesial, karena selain ditakuti di sekolah (beliau adalah bagian ketertiban di SMP-ku), candaannya juga lucu. Selain Bapak PPKn, ada juga Bapak Fisika. Dibalik soal beliau yang bikin nilaiku anjlok, ternyata beliau adalah penggemar ABBA dan karena aku sama-sama penggemar ABBA, pastinya seneng banget. Aku tahu itu grup band lawas, tapi musiknya masih enak untuk didenger.

SMA

Setelah aku SMA, guru yang karakter ngajarnya beda dengan karakter aslinya ada 3 orang. Yang pertama, ada Bu Ekonomi. Bu Ekonomi ini kadang suka nyindir kalo muridnya nggak ngelakuin seperti yang ia mau. Cukup ribet juga, tapi ternyata beliau perhatian sama muridnya.

Yang kedua, ada Sensei Jepang. Sensei Jepang ini suka kesel kalau ada anaknya yang salah ngucapin kata dalam bahasa Jepang. Kadang juga suka nuduh sembarangan kalau muridnya kelamaan nulis huruf hiragana. Tapi, beliau juga suka ketawa, ya untuk mencairkan suasana mungkin ya.

Terakhir, ada Bu Legenda. Ini bukan nama asli ya, tapi julukan aja. Beliau orangnya bisa dibilang perfeksionis. Sering nyuruh revisi tugas kalau nggak sesuai dengan kemauannya. Kadang juga ngasih format tugas yang bikin mumet. Tapi, untuk urusan nilai, beliau nggak pelit. Hampir setiap perilaku kita bisa jadi nilai bagi beliau. Buat absen kelas aja bisa dapet nilai, apalagi kalau ngerjain tugasnya bener. Oh ya, karena hal tersebut, guru ini sangat dikenal di SMA-ku dan mungkin menjadi legenda saking uniknya.

Ya, itulah karakter guruku yang paling unik. Walaupun diluarnya terlihat aneh, tapi hatinya baik kok.

Bagaimana dengan kalian?

-Yos-

Advertisements

Kids Jaman Now

Kids Jaman Now
Dibuat di Canva

Available-available saja kids jaman now! (Ada-ada saja anak-anak zaman sekarang!)

Kali ini aku akan bahas bahasa gaul baru yang lagi ngetren di kalangan anak muda Indonesia. Jujur, aku sedikit risih mendengar bahasa gaul ini. Yang benar saja, masa kata dalam bahasa Indonesia dicampur dengan kata dalam bahasa Inggris sehingga menjadi perpaduan yang baru.

Mirip Singlish

Singlish
Bedanya Singlish dan bahasa Inggris yang baku (via YouTube)

Tapi, kalau dipikir-pikir pengabungan kata dari dua bahasa menjadi satu bahasa ini mirip dengan Singlish (Singapore English). Ya, walaupun tata bahasanya berbeda sekali dengan bahasa Inggris yang resmi, tapi masih banyak warga Singapura yang memakainya. Bahkan, pemerintah Singapura mau menghapuskan budaya ini agar tidak merugikan negaranya dalam banyak bidang, terutama untuk membuat ekonominya makin mendunia.

Walaupun ngaco, tapi menurutku Singlish ini unik. Apa yang membuatnya unik? Singlish adalah bahasa Inggris Singapura yang sudah terakulturasi dengan bahasa Mandarin dan bahasa Melayu. Misalnya, kata like that (seperti itu) menjadi liddat dalam Singlish. Begitu juga dengan kalimat don’t play-play lah yang berarti “jangan main-main”.

Aku terpelatuq

Balik lagi ke bahasa gaul di Indonesia. Aku masih kurang tau dari mana ide untuk mencampur bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia ini berkembang. Misalnya, kata dulu diganti dengan kata old. Jadi, kalau ada kata zaman dahulu, maka diganti dengan kata jaman old. Selain itu, masih ada lagi kata-kata yang penulisannya salah, tapi dipakai menjadi bahasa gaul saat ini. Sebut saja tercyduk (terciduk/tertangkap basah), terpelatuq (terpelatuk/triggered), hingga kata panutanqu (panutanku/contohku).

Aneh memang, tapi mau bagaimana lagi, ini kan bahasa yang lagi naik daun. Apa aku harus ikut-ikutan supaya jadi kids jaman now? Aku sendiri biasanya juga suka bicara bahasa Indonesia yang dicampur bahasa lain. Bukan sama bahasa Inggris, tapi sama bahasa Sunda dan Jawa. Atuh kamu mah atau Nek aku sukanya main bareng si A adalah kata-kata yang biasa aku ucapkan.

Osbak ngalam

Selain bahasa gaul zaman now yang cukup menggelikan untuk didengar, di Indonesia sendiri masih banyak bahasa gaul lainnya seperti bahasa Walikan (bahasa Jawa Malang) yang melegenda. Bahasa ini memiliki banyak kata yang cara penulisan dan cara pembacaan yang dibalik (bahasa Jawanya diwalik). Misalnya bakso malang ditulis menjadi osbak ngalam dalam bahasa Walikan.

Ya, itu aja pembahasan dariku. Apa kalian juga suka pake bahasa gaul?

-Yos-

Tautan Eksternal

  1. BBC Indonesia, “Singlish, bahasa yang ingin ‘dihilangkan’ oleh pemerintah Singapura”, http://www.bbc.com/indonesia/karangan_khas/vert_cul/2016/10/161012_vert_cul_singlish, 13 Oktober 2017.
  2. Hipwee, “Istilah-istilah Khas yang Cuma Dipahami Oleh Arek Malang”, http://www.hipwee.com/hiburan/cuma-kera-ngalam-yang-ngerti/, 13 Oktober 2017.

 

 

Nokia Fanboy

Nokia Fanboy
Dibuat di Canva

Disaat orang lain lebih naksir sama Samsung sama Apple, entah kenapa saya lebih naksir sama Nokia.

Sebenernya nggak pernah kepikiran buat artikel kaya gini, tapi setelah dipikir-pikir lagi, boleh juga idenya untuk ditulis. Sebelumnya, aku pernah baca artikelnya Mbak Christa tentang alasan naksir iPhone 7, tapi udah beberapa waktu yang lalu.

Emang ada hubungannya iPhone sama Nokia?

Yah, kalo hubungannya sih nggak ada ya. Tapi, idenya Mbak Christa itu menginspirasi aku untuk bikin juga artikel kaya gitu. Karena aku kurang suka iPhone, maka aku ganti jadi Nokia.

Kenapa suka Nokia?

Menurutku Nokia ini banyak keunggulannya. Mulai dari tahan banting, baterainya tahan lama, dan kameranya bagus. Ponsel sejuta umat di awal milenium ketiga ini sayangnya pernah jatuh akibat nggak mau jual ponsel berbasis Android. Sebenarnya, Nokia udah pernah coba jual ponsel berbasis Android 4.3 Jelly Bean di seri Nokia X di tahun 2014. Sayangnya, nggak ada Play Store di seri Nokia X, alhasil banyak orang yang nggak suka.

harga-nokia-x-1024x512
Nokia X (via Paket Blackberry)

Setelah seri Lumia di beli Microsoft, Nokia mulai mengembangkan tablet PC Android pertamanya. Ya, Nokia N1 namanya. Tablet ini memakai Android 5.0 Lollipop dengan launcher Z Launcher dan mulai tahun ini, doi mulai menjual ponsel Android Nokia 3, Nokia 5, Nokia 6, dan Nokia 8.

Nokia-3_Front_Full
Nokia 3 (via Nokia Indonesia)

Ponsel teranyarnya menggunakan Android 7.0 Nougat dan karena user interfacenya yang sederhana, maka kesannya terlihat simpel. Walaupun begitu, untuk beberapa produk Nokia Android yang dijual itu punya spesifikasi yang nanggung alias ada yang kurang sedikit. Mungkin hal tersebut untuk membuat Nokia dikenal lagi.

Soalnya, aku pernah lihat ponsel Asus Zenfone waktu pertama kali muncul beberapa tahun yang lalu, spesifikasinya juga sedikit nanggung. Tapi sekarang, spesifikasi Asus Zenfone kebanyakan udah nggak nanggung lagi.

Untuk ponsel yang baru ini, sebenernya aku suka Nokia 5, tapi karena lumayan mahal untuk ku, jadi aku lebih memilih ke Nokia 3 (walaupun belum beli 🙂 ). Nokia 3 ini punya kamera yang resolusinya lumayan bagus untuk kisaran harga di bawah 2 juta, yaitu 8 MP depan-belakang. Layarnya juga nggak burem amat karena beresolusi HD dan ponsel ini punya layar yang terpolarisasi, jadi ponsel ini bisa dilihat di bawah sinar matahari dengan jelas.

Pengalaman pake Nokia

Pengalamannya banyak banget. Ponsel pertamaku adalah Nokia dan sekarang masih pakai Nokia. Ponsel pertama yang aku pake adalah Nokia 5110 bekas ibunda. Tapi, sekarang, aku pakainya Nokia 100. Ponsel ini cuma dipake untuk telepon sama SMS aja sih.

Menurutku, Nokia zaman dulu sama sekarang bedanya banyak banget. Pertama, kalau di Nokia zaman dulu, kita bisa buat ringtone sesuka hati kita. Karena pada zaman itu, yang namanya ponsel belum bisa buat internetan, jadi belum bisa buat download lagu. Akhirnya, kita harus jago untuk tau nada apa yang dipake lagu itu untuk diketik ulang di aplikasinya. Dulu, lagu yang pernah aku denger dari aplikasi itu adalah Menghitung Hari – Krisdayanti sama lagu Es Lilin.

Kedua, gamenya lebih seru, walaupun layarnya masih satu warna (kuning). Aku pernah main Snake Xenzia dan kalah terus. Tapi rasanya asik.

Snake-Xenzia-1110i
Snake Xenzia (via Appsgare)

Kalau seri yang modern, misalnya Nokia 1661, disitu layarnya udah berwarna dan pilihan gamenya lebih menarik, walaupun cuma 3 (Nokia Bubble, Sudoku, dan Bounce). Game yang aku suka di ponsel itu adalah Bounce, karena kita harus jago masukin bola lewat jalan yang banyak jebakannya. Tapi, sayangnya, di seri ini, udah nggak ada aplikasi yang buat bikin ringtone kaya di Nokia 5110.

Oh ya, walaupun aku pake Nokia 100 yang notabenenya cuma bisa buat SMS dan telepon, tapi aku masih bisa internetan karena aku punya tablet :). Ya, nantinya kalau ada uang, semoga aku bisa beli seri Android dari Nokia yang baru.

Bonus

Kangen ya sama ringtone ini?

Apakah kalian penggemar Nokia juga?

-Yos-

 

Catatan UTS X (1)

Catatan UTS X 1
Dibuat di Canva

Kok namanya pake huruf “X” segala?

Hehehe, tenang, ini cuma ngikutin tren aja. Kan sekarang perusahaan Apple itu baru aja ngeluarin produk hape barunya yang ada embel-embel “X”-nya. Itu khusus untuk ngerayain 10 tahun produk itu ada di dunia. Nah, kebetulan juga, karena aku masih kelas 10, maka ada baiknya untuk mengganti angka 10 menjadi X.

Beratnya UTS

Jadi, minggu lalu adalah minggu UTS, kalo pake kurikulum baru namanya jadi PTS (Penilaian Tengah Semester). Aku masih nggak ngerti kenapa namanya diganti. Padahal intinya sama-sama ulangan tengah semester.

0e145-griffith2btired
Cape banget (via Giphy)

Nah, ini adalah pertama kalinya aku UTS di sekolah negeri. Pelajarannya banyak banget (hampir 17 pelajaran) dan pulangnya bisa sampai jam 2. Beda kaya waktu aku masih SMP, setiap hari (kalau ujian besar kaya UTS dan UAS). Ya, bukannya apa-apa. Tapi, menurutku pelajaran di sekolah negeri dan swasta itu beda banget. Wah, pokoknya cape banget.

Aku malah kewalahan untuk ngatur waktu belajar. Karena kalau pulang UTS jam 2, aku sampai di rumah jam 2.15 dan baru tidur siang jam 3.30 sore (aku masih sering tidur siang supaya bisa kuat sampe jam 11 malam 🙂 ). Setelah itu aku bangun jam 5.30 sore dan baru mulai belajar.

Materinya memang hanya 1-2 bab, tapi kalau UTS, aku bacanya bisa lebih lama, alhasil tidur pun paling malam jadi jam 12. Belum lagi kalau ada bacaan/catatan yang harus diulang waktu pagi. Pokoknya, repotlah.

Keunikan

Oh ya, tapi disini keunikannya. Tiap guru beda ngasih jumlah soalnya. Ada yang 4 soal, tapi nilainya gede banget tiap soalnya, ada juga yang 40 soal (sesuai lembar jawabnya). Untuk beberapa mata pelajaran, seperti PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup/ Environmental sciences), bahasa Inggris peminatan (di Kurikulum 2013 Revisi 2016, bahasa Inggris dibagi jadi dua, ada bahasa Inggris wajib dan peminatan. Kalo yang wajib itu biasanya teori yang dasar, sedangkan yang peminatan itu lebih tentang pendalaman materi, misalnya Tenses) sudah keluar nilainya dan Matematika (MTK), karena pada saat hari itu juga dinilai.

Selain pelajaran itu, aku masih nunggu-nunggu hasilnya, karena ada beberapa pelajaran yang aku nggak bisa ngerjainnya.

Tidak bisa konsentrasi

Schwimmer Fine
Baiklah! (via Giphy)

Kalo ini nggak berlaku untuk semua pelajaran, tapi cuma pelajaran sosiologi aja. Jadi, waktu itu sekitar jam 11.30 malam, aku dapet chat yang bilang kalo aku itu sok-sokan. Orang itu bilangnya pake bahasa sarkastik, alhasil, aku nanya orang itu siapa dan dia menjawab dengan bahasa sarkastik juga. Ya, sejak itu aku kepikiran terus orang itu dan akhirnya, aku denger lagu supaya tenang. Padahal, biasanya aku dengerin lagu paling malem jam 9.30 malem.

Aku sempat blokir akun itu, tapi kemudian aku buka lagi. Yang buat aku bingung adalah, orang yang ngechat itu nggak aku kenal, tapi kenapa dia bisa tau ID aku dan sekolah asalku. Tapi, ya sudahlah, yang penting sekarang aku nggak dichat lagi sama orang itu.

Punya grup belajar dan guru native bahasa Jepang

"Murid Kelas Yosia" #kelompokbelajaryos #xips2

A post shared by Yosia Adyasta (@yosadya) on

Nah, selama UTS ini, aku belajar bareng sama temen-temen. Aku yang jadi gurunya, dan mereka yang jadi muridnya. Aku yang menjelaskan dan mengulang materinya dan kadang cerita hal yang lainnya supaya mereka nggak bosen. Bahkan salah satu temanku menyebutku dengan “Abah Yosia” dan untuk nama grup belajar kami, ada yang mencetuskan ide untuk menamainya “Kelas Yosia”.

Aku sih setuju aja, yang penting mereka bisa ngerti pelajarannya. Ya, semenjak aku di SMA, aku lebih banyak membantu temen-temen untuk belajar banyak. Mungkin aku ada bakat untuk jadi guru, walaupun aku nggak pernah terbayang untuk jadi guru.

Selain itu, minggu ini, sekolahku kedatangan guru native dari Osaka, Jepang. Sekolahku emang ngadain kerjasama dengan salah satu organisasi di sana. Namanya Mayumi sensei. Waktu lagi istirahat, Bu Mayumi ini kebetulan lagi jalan-jalan di depan kelas aku. Beliau nanya apakah kami sedang belajar dalam bahasa Jepang. Tapi, karena kami nggak ngerti, jadi kami jawab “Hai!” (iya). Ya, kalau begini ceritanya, aku harus lancar ngomong bahasa Jepang supaya ngerti apa yang dibilang Bu Mayumi. Siapa tau bisa ketemu lagi nanti.

Bagaimana dengan UTS kalian? Pernahkan kalian juga dichat orang tak dikenal?

-Yos-

Friends & The Sims 3

Friends dan The Sims 3
Dibuat di Canva

How you doin’?

Setelah minggu lalu istirahat dari ngeblog, akhirnya aku pos artikel baru lagi. Ya, kali ini aku akan bahas serial dan game kesukaanku.

Friends

f8bf5a4f-0745-45e6-b57a-3cc95f1bd3cf
Pemain Friends waktu masih muda. Dari kiri foto: Chandler Muriel Bing (Matthew Perry), Rachel Green (Jennifer Aniston), Ross Geller (David Schwimmer), Monica Geller (Courteney Cox), Joey Tribbiani (Matt LeBlanc), dan Phobe Buffay (Lisa Kudrow). (via CCUK)

Yang pertama, aku akan bahas Friends. Aku pertama kali nonton serial akhir Juni 2014. Dulu, waktu masih iklan promosi di salah satu televisi swasta, aku pikir serial ini masih baru. Tapi, waktu cek Google, ternyata udah lama juga. Ya, di stasiun televisi itu ditayanginnya cuma sebentar, karena banyak adegan yang dipotong.

Serial ini aslinya tayang dari tahun 1994-2004 di Amerika. Ceritanya tentang kehidupan 6 orang sahabat di dalam sebuah apartemen di New York. Keenam sahabat ini ialah Chandler Muriel Bing (Matthew Perry), Rachel Green (Jennifer Aniston), Ross Geller (David Schwimmer), Monica Geller (Courteney Cox), Joey Tribbiani (Matt LeBlanc), dan Phobe Buffay (Lisa Kudrow).

Mereka juga dikenal dengan tingkahnya yang lucu. Bahkan banyak GIF yang dibuat dari serial ini. GIF-nya bisa kalian lihat di Buzzfeed Rewind, Buzzfeed, dan Giphy (kalau situs Giphy saat ini diblokir, jadi munculnya laman Internet Positif, tapi kalau mau buka, bisa pakai VPN). Berikut adalah beberapa GIF Friends.

This slideshow requires JavaScript.

Walaupun aku sukanya udah rada lama, tapi aku belum terlalu faham sama cerita mereka.

The Sims 3

The_Sims_3_Installation
The Sims 3 (via Wikia)

Game simulasi keluaran tahun 2009 ini masih bagus kok grafiknya kaya The Sims 4 yang udah rilis tahun 2014. The Sims ini baru aku mainin sekitar 2 mingguan. Aku sebenernya udah lama banget mau main ini, tapi baru sempet download 2 minggu yang lalu. Alhasil, baru sekarang mainnya.

The Sims adalah game tentang simulasi kehidupan. Sims (pemain) kita bisa punya rumah, sahabat, teman, bahkan pasangan hidup. Bagian yang paling aku suka adalah rumahnya. Disini, kita bisa berkreasi rumah kita mau kaya gimana bentuknya, catnya, furniturnya, dan isi rumah lainnya.

Kita juga bisa mengatur Sims kita untuk beraktivitas apa saja sesuai yang kita mau. Tapi, kadang-kadang juga, mereka sudah punya aktivitas yang dijalankan secara otomatis tanpa kita perintahkan, biasanya tergantung sama waktu yang ada di game ini. Misalnya, kalau sudah tidak ada aktivitas, maka pukul 8 malam, Sims kita secara otomatis sudah bisa tidur sendiri. Itulah keseruannya.

Bagaimana dengan serial dan game kesukaan kalian?

-Yos-

 

Tentang Jerman

Tentang Jerman
Dibuat di Canva

Hallo! Wie geht es Ihnen? (Halo! Apa kabar kalian?)

Salah satu negara besar di Eropa ini dikenal karena banyak hal. Mulai dari mobil, obat-obatan, musik, bahasanya, dan tentu saja para tokohnya.

Jerman juga punya biaya pendidikan yang murah dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, sehingga banyak pelajar Indonesia yang mau melanjutkan pendidikan di sini. Ada banyak contohnya, misalnya Mbak Gita Savitri, Mbak Quita, Mbak Vina Aulia, dan Mas Putera Wicaksana. Di laman YouTube mereka, ada banyak kisah tentang kehidupan pelajar di Jerman, mulai dari urusan tempat tinggal sampai kegiatan jalan-jalan.

Oh ya, kali ini aku akan bahas beberapa hal saja yang aku suka dari Jerman.

Das Auto

Jerman dikenal sebagai produsen mobil terkenal di dunia. Sebut saja Volkswagen (VW), Mercedes-Benz, Opel, BMW, dan masih banyak lagi. Nah, salah satu merek mobil yang saya suka adalah VW, karena desainnya unik dan spektakuler. Salah satunya VW Beetle atau lebih dikenal dengan VW kodok.

Die Musik

Soal musik, aku suka Yvonne Catterfeld, Mark Forster, Max Giesinger, dan Namika. Lagu-lagu mereka enak banget. Lagu bahasa Jerman pertama yang aku denger adalah Pendel yang dinyanyikan Yvonne Catterfeld.

heintje1_0
Heintje muda (via Lyrics Translate)

Oh ya, aku juga suka lagu-lagunya Heintje, yang judulnya MamaOma so lieb, Zwei kleine Sterne, dan Ich sing ein Lied für dich. Beliau memang bukan orang Jerman, tapi, kebanyakan lagunya berbahasa Jerman. Lagunya Heintje gampang didenger, karena kebanyakan lagunya pake kata-kata yang sederhana.

Die Sprache

Jerman
Bendera Jerman (via 3D Flags Plus)

Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa yang banyak pemakainya di dunia. Bahasa ini secara khusus dipakai di Jerman, Swiss, Austria, Liechenstein, dan Belgia. Bahasa Jerman juga dikenal karena banyak kata yang tulisannya panjang. Misalnya, Unterrichtsfach yang artinya pelajaran.

Bahasa ini punya beberapa karakter khusus, yaitu abjad Ä (baca: ae), Ö (baca: oe), Ü (baca: ue), dan ß (baca: ss). Keunikan inilah yang membuat aku jatuh cinta pada bahasa Jerman. Ya, walaupun belajarnya belum kelar-kelar, tapi aku seneng banget bisa beberapa kata dalam bahasa Jerman.

Der Tourismus

Pariwisata. Hmm, Jerman punya banyak tempat yang bagus untuk dikunjungi, mulai dari Tembok Berlin, Bradenburg Tor, Elbphilharmonie Laeiszhalle, sampai Eurotower. Tempat wisata ini kebanyakan bersejarah dan unik. Terus terang, saya ingin sekali ke tempat-tempat ini.

240px-Berlinermauer
Tembok Berlin, yang sempat menjadi pemisah antara Berlin Barat dan Timur sejak tahun 1960-1989. Di akhir tahun 1989, tembok ini diruntuhkan. Namun kalian masih bisa melihat sisa-sisanya di beberapa titik, misalnya di Potsdamer Platz. (via Wikimedia Commons)
240px-Frankfurt_Eurotower.20130603
Euro Tower, Frankfurt Am Main (via Wikimedia Commons)
Elbphilharmonie_Illumination_svensson_31423763713
Elbphilharmonie, Hamburg. Tempat ini adalah salah satu gedung konser terbesar di dunia. (via Wikimedia Commons)
240px-Berlin_-_0266_-_16052015_-_Brandenburger_Tor
Bradenburg Tor, Berlin (via Wikimedia Commons)

Aku tau tentang Jerman salah satunya dari blog. Nah, ada dua orang blogger asal Indonesia yang aku ikuti perkembangannya. Mereka adalah Mbak Mariska dan Mbak Nella. Mbak Mariska ini berkuliah di Hamburg dan Mbak Nella adalah seorang ibu yang sudah punya dua anak. Mereka berbagi kisah tentang kehidupan di Jerman.

Aku ingin sekali pergi ke sini, ya apalagi kalau bukan bikin cerita baru di blog dan pos foto di Instagram. Akhir kata, kalau biasanya aku nanya, “apa pendapatmu tentang Jerman?”, mungkin sekarang aku ganti jadi, “kapan kamu bisa melihat indahnya Jerman?”

-Yos-


Tentang Dunia:

  1. Tentang Filipina
  2. Tentang Irlandia
  3. Tentang Selandia Baru
  4. Tentang Jerman
  5. Tentang Swedia
  6. Tentang Turki

 

Liburan Idul Adha

Liburan Idul Adha
Dibuat di Canva

Mumpung belum telat, Yos mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha!

4
Gambar kiri: sapi yang belum dipotong, kanan: daging sapi yang belum diolah (Dokumen pribadi)

Biasanya, kalau Idul Adha, satu-satunya kegiatan di luar rumah yang aku amati adalah proses pemotongan hewan qurban. Entah itu sapi ataupun kambing. Kalau tahun ini, aku dapat daging kambing dan sapi.

Yang istimewa untuk tahun ini adalah jalan-jalan ke Gasibu! Ya, supaya nggak bosen terus di rumah juga sih. Aku memulai perjalanan menggunakan Trans Metro Bandung. Jalur yang kunaiki adalah Sarijadi-Cicaheum. Aku pergi bersama ibunda.

Suasana dalam bis cukup sepi, mungkin karena masih pada potong daging. Begitupun dengan jalanannya. Biasanya, dari Sarijadi ke Gasibu membutuhkan waktu 30 menit, tapi karena sepi, cuma butuh waktu 13 menit. Lumayan cepet itu.

3
Gambar kiri: jalur TMB Sarijadi-Cicaheum, kanan: suasana dalam bis (Dokumen pribadi)

Kami turun di seberang Lapangan Gasibu. Lapangan Gasibu ternyata lumayan luas juga. Di sini, aku mengambil banyak foto-foto. Suasananya juga cukup sepi. Oh ya, ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di sini. Sebelumnya, aku hanya sering mengelilinginya saja.

Dalam masa pemerintahan walikota Pak Ridwan Kamil, lapangan ini disulap dengan desain yang modern. Lapangan ini juga kini dilengkapi dengan perpustakaan dan trek lari. Uniknya, di lapangan ini, ada larangan main bola dan naik sepeda. Waktu baca peraturan kaya gitu, aku malah heran.

1
Lapangan Gasibu yang baru punya perpustakaan, trek lari, taman, dan batu yang bertuliskan nama kota-kota di Jawa Barat (Dokumen pribadi)

Lapangan ini dikelilingi berbagai gedung pemerintahan, salah satunya Gedung Sate dan hotel. Setelah mengunjungi Gasibu, aku mencoba mengambil gambar Gedung Sate. Gedung ini merupakan pusat pemerintahan Jawa Barat. Gedung ini juga sering menjadi incaran para turis untuk berfoto.

5
Gedung Sate, ikonnya Kota Bandung (Dokumen pribadi)

Selepas mengambil gambar Gedung Sate, kami pergi ke Taman Lansia yang nggak jauh dari sana. Taman ini kurang terawat, tapi dari segi infrakstruktur, nggak mengecewakan. Karena terdapat jembatan yang berada di atas Sungai Cikapayang. Sungainya sedikit kotor dan terdapat banyak busa. Sayangnya, debit airnya sedang sedikit. Di seberang taman ini juga terdapat Taman Kandaga Puspa yang kurang terawat juga.

2
Taman Lansia (Dokumen pribadi)

Akhirnya, perjalanan berakhir. Kami pun pulang dengan menggunakan bis yang sama ke Sarijadi. Ya, aku senang bisa jalan-jalan, apalagi suasananya sepi. Jadi, dunia serasa milik sendiri.

Bagaimana liburan Idul Adha kalian?

-Yos-